JejakInfo.id — KM Express Cantika 99, salah satu kapal cepat milik PT Pelayaran Dharma Indah kini melayani rute penyeberangan Tulehu-Amahai dan Amahai-Tulehu setiap hari pulang pergi (PP).
Pelayanan satu unit armada kapal cepat milik satu-satunya pengusaha jasa perhubungan laut di Maluku, Johny de Queljoe (Siong) dikarenakan dua armada: KM Cantika Torpedo dan KM Pricilia untuk sementara belum bisa melayani.
KM Cantika Torpedo belum lama ini mengalami ganggun teknis saat pelayaran dari Amahai ke Tulehu. Armada itu, kini masih dalam upaya perbaikan. Sementara KM Pricilia kini masuk dalam tahap maintenance atau pemeliharaan.
Kapal cepat KM Pricilia awalnya melayani rute Tulehu-Haria dan Haria-Tulehu pulang pergi. Namun karena sementara ini kapal tersebut sedang maintenance (naik dok), maka KM Cantika Anugerah yang sebelumnya melayani rute Tulehu-Amahai dan Amahai-Tulehu pulang pergi, mengambil alih rute tersebut.
Saat ini, kapal cepat Express Cantika 99, armada tunggal yang sementara melayani rute Tulehu-Amahai dan Amahai-Tulehu setiap hari. Sebelumnya rute ini dibantu armada KM Cantika 88, pasca armada KM Cantika Torpedo alami gangguan teknis, dan KM Cantika Anugerah melayani rute Saparua.
"Untuk sementara ini Express Cantika 99, satu-satunya armada kapal cepat milik PT Pelayaran Dharma Indah melayani rute Tulehu-Amahai dan Amahai-Tulehu pulang pergi," kata Patrick Salamor, salah satu ABK KM Express Cantika 99 kepada JejakInfo.id di atas kapal dalam perjalanan dari pelabuhan Amahai menuju Tulehu, Minggu (28/9).
Untuk saat ini, kata Patrick, sudah empat hari KM Express Cantika 99 melayani rute Tulehu-Amahai dan Amahai-Tulehu pulang pergi.
"Jadi hari ini, sudah empat hari kami strika atau melayani rute pulang pergi, dua kali penyeberangan seperti biasanya. Sebentar sore KM Cantika 88 sudah tiba di Tulehu, kemungkinan akan melayani rute sore ke dari Tulehu menuju Amahai," paparnya.
Meski pelayanan full, namun Patrick bersyukur sebagai karyawan jasa angkutan laut pada PT Pelayaran Dharma Indah, dirinya dan teman-teman tetap semangat.
"Ini sudah menjadi pekerjaan kami. Kami tetap bersyukur. Apapun kondisinya, kami akan tetap melayani warga yang menggunakan jasa penyeberangan laut," tutup Patrick. (ji3)