JejakInfo.id – Momentum Kongres ke-30 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) yang dilangsungkan di Daerah Pulau Ambon Timur (DPAT) telah berakhir.
Melkianus Sairdekut akhirnya di dapuk memimpin wadah tunggal pembinaan pemuda gereja. Eks Wakil Ketua DPRD Maluku itu terpilih setelah dinyatakan sebagai Calon Tunggal Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM.
Meski dinyatakan terpilih, namun proses pemilihan calon ketua umum cukup menegangkan di kala majelis ketua dan saksi membacakan perolehan suara bakal calon.
Pasalnya, berdasarkan kriteria pencalonan, maka setiap bakal calon minimal didukung 15 persen suara dari total peserta biasa yang menggunakan hak suara.
Peserta yang menggunakan hak pilih dalam forum kongres sebanyak 275 orang, yang tersebar di 34 daerah pada wilayah pelayanan GPM. Jika dipresentase dengan syarat pencalonan ketum dan sekum, maka bakal calon yang lolos minimal didukung 41 suara.
Pada ruang itu, Ketua AMGPM Daerah Leti, Moa, Lakor (Lemola) Jan Samorah Noach menyabet 38 suara. Lagi 3 suara, adik kandung Bupati MBD, Benjamin Thomas Noach hadang incumbent (Sairdekut-red).
Anggota DPRD Provinsi Maluku asal PDI-P ini harus menelan pil pahit dikala salah satu rivalnya yang adalah incumbent, Melkianus Sairdekut mendapat dukungan elektoral hampir 80 persen suara. Sairdekut finish dengan perolehan 193 suara.
Disisi lain, Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon, Ivana Eunike Tuhumena harus mengakui kekuatannya. Dengan menorehkan 18 suara, ia harus finish di posisi ketiga, diikuti Pendeta Morika Tetelepta yang memperoleh 16 suara. Suara sisa menyebar ke beberapa peserta lainnya, ditambah 2 suara tidak sah.
Nasibnya kedua bakal calon ini pun sama dengan Jan Noach. Obsesi keempat kader AMGPM untuk menumbangkan rezim Melkianus Sairdekut kandas.
Sementara itu di posisi sekretaris umum (Sekum), terdapat dua kandidat yang lolos putaran pertama. Dua calon itu antara lain; Ketua AMGPM Daerah Kei Besar, Pendeta Vemmy Wattimury dan Pendeta Benly Pattihawean, Asisten Direktur Penelitian Balitbang Sinode GPM.
Dag dig dug! Denyut nadi perserta mulai terasa disaat majelis ketua dan para saksi menghitung suara suara pemilihan.
Hanya selisih 66 suara, Pendeta Benly harus menanggalkan obsesi menjadi orang nomor dua di lingkup PB AMGPM. Posisi Sekum pun diraih Pendeta Vemmy Wattimury dengan perolehan 168 suara dari total 271 peserta yang menggunakan hal pilih.
Proses puncaknya usai. Pengurus Besar AMGPM kini memiliki nakhoda baru dibawa komando Melkianus Sairdekut sebagai Ketua Umum dan Pendeta Vemmy Wattimury sebagai Sekretaris Umum.
Majelis ketua pun membacakan Surat Keputusan (SK) pembentukan tim formatur. Mereka akan bekerja dalam beberapa menit kedepan untuk merumuskan komposisi kepengurusam PB AMGPM Periode 2025–2030.
Selanjutnya pengurus yang baru akan dilantik oleh Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pendeta Elifas Tomix Maspaitella. Pelantikan ini sebagai penanda Kongres ke-30 AMGPM yang berlangsung selama lima hari berakhir. (ji1)