JejakInfo.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menerima Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Penghargaan Bintang Mahaputera Adipurna disematkan Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).
Penganugerahan oleh Prabowo didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 sampai 78/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan.
Tak hanya Bahlil, Presiden Prabowo juga turut memberikan tanda kehormatan kepada sejumlah menteri pada Kabinet Merah Putih diantaranya: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, hingga Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.
Ketua DEPIDAR SOKSI Maluku, Rohalim Boy Sangadji (RBS) mengapresiasi penganugerahan tanda kehormatan tersebut. Ia menilai, penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kontribusi Menteri Bahlil di bidang energi dan investasi.
"Pemberian Tanda Jasa dan Kehormatan oleh Presiden Prabowo kepada Bung Bahlil adalah pengakuan atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah beliau berikan," kata RBS kepada JejakInfo.id, Selasa (26/8).
Ia menyebut, penghargaan kepada Bahlil bukan sekadar simbol melainkan validasi terhadap kerja keras dan integritas yang ditunjukkan di tengah dinamika politik dan pemerintahan.
Penghargaan hakikinya adalah pertemuan antara ekspresi keyakinan dan sikap kritis, lahir dari pengakuan objektif atas kuatnya kesamaan motivasi, ide, gagasan, pikiran dan pemikiran, antara yang memberi penghargaan, yang menerimanya dan yang merasakan manfaatnya.
RBS menegaskan, penghargaan merupakan bukti atas seseorang yang dengan segala bentuk kesadarannya lebih memberi perhatian pada prestasi publik, prestasi bangsa dan negara, jauh melampaui apa yang ia pikirkan tentang prestasi dirinya.
Menurutnya, Bahlil berhasil membuktikan diri sebagai sosok muda yang mampu memimpin salah satu partai politik terbesar di Tanah Air sekaligus mengemban amanah sebagai menteri di Kabinet Merah Putih.
"Ini menjadi tonggak penting bagi publik untuk semakin percaya bahwa Bung Bahlil mampu memimpin dan terus memberi kontribusi positif. Gelar ini sejatinya bisa menghilangkan segala keraguan terhadap sosok ketum kami," ucapnya bangga.
RBS pun menyoroti bahwa kritik yang selama ini diarahkan kepada Bahlil justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras.
"Kritikan itu dijadikan energi untuk melahirkan karya nyata bagi bangsa. Hasilnya kini terbukti dengan penghargaan yang beliau terima," sebutnya.
RBS juga menegaskan SOKSI Maluku berkomitmen penuh mendukung agenda Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka.
"SOKSI Maluku siap menjadi garda terdepan dalam mengawal visi pembangunan dan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput," pungkas RBS.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 141 tokoh. Bahlil termasuk salah satu penerima, karena dianggap berjasa dalam kebijakan hilirisasi mineral, penguatan investasi strategis, serta pengembangan energi baru terbarukan yang mendorong kemandirian energi nasional.
"Menganugerahkan tanda kehormatan kepada mereka yang nama, jabatan, dan profesinya tersebut dalam lampiran keputusan ini sebagai penghargaan atas jasa-jasanya sesuai ketentuan syarat khusus sebagaimana diatur dalam Undang-Undang," demikian bunyi kutipan Keputusan Presiden tersebut yang dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden.
Profil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, Bahlil dikenal sebagai seorang pengusaha yang memiliki sejumlah perusahaan dalam berbagai sektor, mulai dari perkebunan, properti, transportasi, pertambangan, hingga konstruksi.
Pria kelahiran Banda Naira, Maluku Tengah, Provinsi Maluku, pada 7 Agustus 1976 itu merupakan pemilik PT Rifa Capital Holding Company dari 10 perusahan lain.
Bahlil juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Ia bergabung dengan HIPMI sejak tahun 2003. Selama 2015-2019, Bahlil bahkan menjabat sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2015-2019.
Bahlil Lahadalia kemudian masuk Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Ia ditunjuk untuk menduduki jabatan Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Sedangkan pada Pilpres 2024, Bahlil Lahadalia menjadi tim sukses pemenangan Prabowo-Gibran. Prabowo yang memenangi kontestasi kemudian menunjuk Bahlil sebagai Menteri ESDM. (ji5)