MASOHI, JEJAKINFO.ID – Meski belum dilantik sebagai Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalatta memilih blusukan ke Pasar Binaya, Kota Masohi, Rabu (12/2/2025).
Kehadiran polisiti Partai Demokrat di pasar tradisional itu selain memantau aktifitas para pedagang, ia juga memastikan ketersediaan bahan pokok serta stabilitas harga memasuki bulan suci Ramadhan.
Pantauan JejakInfo.id, Wakil Bupati termuda di era pemerintahan Malteng tidak sendiri. Mario ditemani Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Malteng.
Kehadiran Mario disambut hangat para pedagang. Disapa, dan iapun menyapa, serta melempar senyum khasnya.
Wabup yang malang melintang di dunia usaha perminyakan (BBM) mengenakan kemeja khasnya berwarna putih.
Orang nomor dua di Bumi Pamahanunusa yang low profile ini menyusuri lorong, berdialog dengan para pedagang di setiap lapak yang dikunjungi.
Nuansa keakraban di Pasar Binaya semakin terasa dikala suami Anggota DPRD Provinsi Maluku, Mauren Vivian Haumahu ini hadir.
Kepada awak media, Mario menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi Pasar Binaya demi menciptakan ruang usaha yang lebih layak, dan nyaman bagi para pedagang serta pembeli.
Iapun memastikan, bahwa upaya ini akan menjadi salah satu prioritas setelah dirinya bersama Bupati terpilih, Zulkarnain Awat Amir, resmi dilantik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus Mario adalah kondisi Masohi Plaza (Maplaz), pusat perbelanjaan yang masih belum berfungsi optimal.
Ia menekankan pentingnya mengaktifkan kembali Maplaz, agar dapat menjadi sentra ekonomi baru di Kota Masohi, mengingat ada beberapa lantai yang belum terisi oleh pedagang.
"Kami akan memastikan Maplaz kembali difungsikan agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Masohi," ungkapnya.
Blusukan ini menjadi langkah awal kepemimpinan Mario dalam mendekatkan diri dengan masyarakat dan mendengar langsung permasalahan yang mereka hadapi.
Mario berharap, melalui program revitalisasi dan penataan kembali pasar tradisional, sektor perdagangan di Malteng dapat berkembang lebih pesat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (*)