Delapan paket pekerjaan Instruksi Jalan Daerah (IJD) Single Year Contract (SYC) Tahun 2025 tuntas dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku. (Ist)

8 Paket Jalan Strategis Rampung, BPJN Maluku Perkuat Konektivitas dan Buka Akses Pertumbuhan Ekonomi Daerah

16

Ambon, JejakInfo.id – Komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang lebih baik di Provinsi Maluku kembali dibuktikan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, berhasil menuntaskan delapan paket pekerjaan Instruksi Jalan Daerah (IJD) Single Year Contract (SYC) Tahun Anggaran 2025 yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.

Rampungnya proyek-proyek tersebut bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi. Lebih dari itu, kehadiran jalan yang semakin mantap diharapkan menjadi penggerak utama konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi barang dan jasa, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.

Delapan paket pekerjaan tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Wilayah-wilayah tersebut selama ini memiliki peran penting sebagai jalur penghubung masyarakat menuju pusat pemerintahan, kawasan pertanian, perkebunan, perikanan, hingga sentra perdagangan.

Adapun paket pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi Peningkatan Jalan Haria–Haria Gunung I sepanjang 6,459 kilometer, Peningkatan Jalan Haria–Haria Gunung II sepanjang 7,96 kilometer, Peningkatan Ruas Jalan Piru–Loki Seksi I sepanjang 3,30 kilometer, Peningkatan Ruas Jalan Piru–Loki Seksi II sepanjang 1,20 kilometer, Preservasi Jalan Marloso/Mako–SP Waekasar Seksi I sepanjang 3,3 kilometer, Preservasi Jalan Marloso/Mako–SP Waekasar Seksi II sepanjang 2,7 kilometer, Peningkatan Jalan SP Lintas Seram–Mulumed sepanjang 4,33 kilometer, serta Peningkatan Jalan Ir. Soekarno–Pertamina sepanjang 2,684 kilometer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Maluku, Ir. Muhammad Ulwan Talaohu, ST., MT., mengatakan keberhasilan menyelesaikan seluruh paket pekerjaan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Maluku.

Menurutnya, pembangunan jalan bukan hanya menghadirkan akses fisik yang lebih baik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

"Dengan terselesaikannya delapan paket pekerjaan tersebut, masyarakat kini dapat menikmati akses jalan yang lebih baik, aman, dan nyaman," ujar Ulwan.

Ia menjelaskan, Program Instruksi Jalan Daerah (IJD) dirancang untuk meningkatkan kemantapan jaringan jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Jalan-jalan tersebut menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pusat pelayanan publik seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat perdagangan.

Keberadaan infrastruktur yang semakin baik juga diyakini akan memangkas waktu tempuh, menekan biaya transportasi, serta meningkatkan efisiensi distribusi hasil produksi masyarakat. Dampaknya, roda perekonomian di daerah dapat bergerak lebih cepat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, peningkatan kualitas infrastruktur ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Jalan yang lebih layak akan mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang sebelumnya memiliki akses terbatas.

BPJN Maluku menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan terus menjadi prioritas sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Maluku. Dengan konektivitas yang semakin baik, setiap daerah diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal, memperluas akses investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Rampungnya delapan paket IJD SYC Tahun 2025 ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam membangun Maluku yang semakin terhubung. Infrastruktur yang andal diyakini akan menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan daerah, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai kabupaten. (ji1)

1 Menyukai postingan ini