Dewan Direksi PD Panca Karya melakukan pemantauan lapangan proses sea trial (uji coba) KMP Bahtera Nusantara 02 sebelum membelah laut Maluku, Kamis (27/11). (Ist)

Bahtera Nusantara 02 Siap Kembali Membelah Laut Maluku

225

Ambon, JejakInfo.id — Setelah dua tahun hanya menjadi siluet sunyi di dermaga, KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya kembali menggeliat. 

Kamis (27/11), kapal yang selama ini dinanti masyarakat kepulauan itu menjalani uji kelayakan terakhir sebelum kembali melayani rute vital Ambon–Banda–Tual.

Sea trial ini digelar usai munculnya lampu hijau dari Kementerian Perhubungan. Seluruh aspek kapal mulai dari mesin, keselamatan, hingga stabilitas ditelisik ketat oleh BKI, KSOP Ambon, BPTD, dan Dinas Perhubungan Maluku. 

Dari geladak hingga ruang mesin, semua sudut kapal diperiksa untuk memastikan ia benar-benar siap kembali mengarungi ombak.

Uji coba ini disaksikan langsung Direksi dan Dewan Pengawas PD Panca Karya: Direktur Utama Muhammad Rany Tualeka, Direktur Keuangan Marla Beatriecs Kailola, Direktur Operasional Syaifuddin Go, serta Dewan Pengawas Johny Wattimena, Oyang Orlando Petrusz, dan Ayu Hasanusi.

Direktur Utama Rany Tualeka tampak optimistis. Ia menyebut kembalinya Bahtera Nusantara 02 sebagai bukti bahwa reformasi manajemen BUMD bukan sekadar slogan.

“Transportasi ini sempat terhenti, dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Kami ingin menghidupkannya kembali sebagai wujud dukungan terhadap agenda besar Gubernur soal konektivitas antar pulau,” ujar Tualeka.

Kapal ini sebelumnya harus ‘beristirahat’ panjang akibat kerusakan turbo. Kini seluruh perbaikan dituntaskan. Bila koordinasi final berjalan mulus, pelayaran perdana diproyeksikan berlangsung dalam pekan ini atau awal pekan depan.

Tualeka berharap Ambon, Banda, dan Tual sudah kembali terhubung sebelum Natal dan Tahun Baru.

“Pemerintah harus hadir. Dan lewat kapal ini, PD Panca Karya kembali menegaskan komitmennya melayani masyarakat,” katanya.

Bahtera Nusantara 02 sendiri bukan kapal sembarangan. Dioperasikan pertama kali pada 2020, kapal RORO berukuran 2.426 GT ini menjadi tulang punggung mobilitas warga kepulauan—mengangkut penumpang, kendaraan, hingga logistik. 

Dengan kapasitas ratusan penumpang dan fasilitas yang memadai, kehadirannya selama ini sangat dirasakan baik oleh pelaku usaha, pelajar, tenaga kesehatan, maupun wisatawan.

Pengaktifan kembali KMP Bahtera Nusantara 02 menjadi bukti konkret reformasi pelayanan publik di sektor transportasi laut, kombinasi inovasi Direksi PD Panca Karya dan keberpihakan nyata Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terhadap konektivitas antarpulau yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat kepulauan. 

Lebih dari sekadar moda transportasi, kapal ini adalah urat nadi yang menghubungkan ekonomi, layanan dasar, dan kesempatan bagi masyarakat Banda, Tual, dan seluruh Maluku. Maka, kembalinya Bahtera Nusantara 02 bukan hanya kabar baik, melainkan harapan baru yang kembali berlayar. (ji1)