-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



NAMLEA, JEJAKINFO.ID – Kepolisian Resor Buru dan tim SAR pos Namlea masih melakukan pencarian warga yang tertimbun longsor akibat bencana alam di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Sabtu (8/3/2025), dini hari.
Kepada awak media di Namlea, Senin (10/3/202/), Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjan mengatakan, Polres Buru dibantu tim SAR Namlea masih melakukan pencarian terhadap para penambang emas yang masih tertimbun material longsor.
Situasi dan kondisi Kamtibmas di lokasi tambang pasca bencana longsor yang menelan tujuh orang penambang dalam keadaan aman kondusif.
"Sampai saat ini situasi Kamtibmas di Buru dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Petugas sudah mengamankan dan melakukan olah TKP, serta memasang police line. Para saksi juga telah diperiksa," ungkapnya.
Informasi akan adanya 20 penambang ilegal yang masih tertimbun material longsor, Kapolres mengaku, sampai dengan saat ini petugas di lapangan masih melakukan pencarian dan identifikasi di titik bencana.
Untuk itu, Kapolres menghimbau jika ada keluarga yang merasa anggota keluarganya sementara melakukan aktifitas di Gunung Botak, dan sampai saat ini belum mendapat kabar atau belum tahu keberadaannya agar segera melaporkan ke Polres Buru untuk diidentifikasi.
"Sampai saat ini teman–teman dari Basarnas bersama–sama dengan kami akan naik di TKP untuk melakukan pencarian," kuncinya.
Untuk diketahui, bencana tanah longsor di Gunung Botak diakibatkan curah hujan yang meningkat sehingga mengakibatkan bak penampung air jebol.
Tergerusnya tanah dan bebatuan menyebabkan tujuh orang penambang meninggal dunia, dan enam orang mengalami luka–luka. (*)



