Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku menggelar rapat khusus membahas paket-paket pekerjaan yang masuk kategori kritis di wilayah kerja Satker PJN Wilayah II dan III Provinsi Maluku, Jumat (31/7). (Ist)

BPJN Maluku Gerak Cepat Tangani Paket Kritis, Ulwan Talaohu: Tak Ada Ruang untuk Keterlambatan Proyek

33

Ambon, JejakInfo.id – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku mempertegas komitmennya menjaga kelancaran pembangunan infrastruktur dengan menggelar rapat khusus membahas paket-paket pekerjaan yang masuk kategori kritis di wilayah kerja Satker PJN Wilayah II dan III Provinsi Maluku.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh proyek strategis tetap berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala BPJN Maluku, Jumat (31/7), dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BPJN Maluku, Muhammad Ulwan Talaohu. Turut hadir Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Mezck Ruhulessin, Kepala Seksi Preservasi Judith Wattimury, Kasatker PJN Wilayah II Provinsi Maluku Toce Leuwol, Kasatker PJN Wilayah III Provinsi Maluku David M. Samosir, PPK 2.4 Provinsi Maluku Hafid Pitrayasa, PPK Pengawasan Satker P2JN Provinsi Maluku Cherry Tatipikalawan, PPK 3.1 Provinsi Maluku Achmad Syaugi Karim, serta para penyedia jasa pada lingkup wilayah kerja PPK 2.4 dan PPK 3.1.

Dalam rapat tersebut, setiap penanggung jawab paket memaparkan perkembangan pekerjaan secara rinci, mulai dari progres fisik di lapangan, capaian yang telah diraih, hingga berbagai kendala yang menyebabkan sejumlah paket masuk kategori kritis. Evaluasi dilakukan secara terbuka agar setiap persoalan dapat diidentifikasi lebih dini dan segera dicarikan solusi.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada angka capaian pekerjaan, tetapi juga mengupas berbagai faktor yang menjadi penyebab keterlambatan. Mulai dari hambatan teknis, kondisi lapangan yang dinamis, persoalan manajemen pelaksanaan, hingga tantangan lain yang memengaruhi percepatan penyelesaian proyek.

Melalui forum tersebut, BPJN Maluku mendorong seluruh pihak, baik satuan kerja maupun penyedia jasa, untuk meningkatkan koordinasi dan memperkuat komitmen dalam menyelesaikan setiap pekerjaan sesuai jadwal. Sinergi yang baik dinilai menjadi kunci agar berbagai hambatan dapat diatasi tanpa mengorbankan kualitas hasil pekerjaan.

Bagi BPJN Maluku, evaluasi paket kritis bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen penting untuk memastikan setiap proyek infrastruktur tetap berada di jalur yang benar. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar potensi permasalahan dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih luas terhadap pelaksanaan proyek.

Plt. Kepala BPJN Maluku, Muhammad Ulwan Talaohu menegaskan, sebagai proyek strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat, setiap keterlambatan pekerjaan jalan dan jembatan menjadi perhatian serius BPJN Maluku. 

Karena itu, kata Ulwan, evaluasi terhadap paket-paket kritis dilakukan secara intensif agar berbagai hambatan di lapangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu target pembangunan.

Ia menyebut bahwa pengendalian proyek akan terus diperkuat melalui monitoring yang konsisten serta evaluasi berkala. 

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh paket pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, memenuhi standar mutu yang ditetapkan, serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Maluku yang membutuhkan infrastruktur jalan dan jembatan yang andal," kuncinya. (ji2)

1 Menyukai postingan ini