-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Dobo, JejakInfo.id — Aktivitas pelayanan medis di atas RSK Nusa Waluya II yang selama ini bersandar di Desa Benjina akhirnya resmi dihentikan. Penutupan layanan kesehatan gratis itu dipimpin langsung Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, dalam sebuah acara yang digelar pada Senin (2/3).
Selama beberapa waktu terakhir, rumah sakit apung milik Doctor Share tersebut menjadi harapan bagi banyak warga di wilayah kepulauan Aru. Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan darat dan jarak antarpulau yang tidak mudah ditempuh, keberadaan kapal medis ini menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat.
Acara penutupan berlangsung sederhana namun penuh makna. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Kapolres Kepulauan Aru, Danlanal Kepulauan Aru, Kepala BPJS Kepulauan Aru, serta jajaran pemerintah daerah. Tampak pula Camat Aru Tengah, unsur kepolisian setempat, hingga tim medis dari Doctor Share yang selama ini menjalankan pelayanan kesehatan di kapal tersebut.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, Kepala Pelayanan RSK Nusa Waluya II menyampaikan laporan singkat mengenai pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat selama beroperasi di Benjina.
Dalam sambutannya, Bupati Timotius Kaidel menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada seluruh tim medis yang telah mengabdikan diri melayani masyarakat Kepulauan Aru.
“Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan pengabdian tim medis Doctor Share yang telah membantu masyarakat kami, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau,” kata Bupati.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah menyerahkan plakat penghargaan kepada pihak Doctor Share. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang dalam suasana kebersamaan.
Bagi masyarakat Aru, kehadiran RSK Nusa Waluya II bukan sekadar kapal pelayanan medis. Kapal ini telah menjadi tempat berobat bagi banyak warga yang sebelumnya kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan umum, tindakan medis, hingga operasi terbatas pernah dilakukan di atas kapal tersebut.
Kepala Pelayanan RSK menegaskan bahwa misi utama rumah sakit apung adalah menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini menghadapi kesenjangan akses kesehatan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap mendapatkan layanan medis yang layak. Harapan kami, pelayanan ini dapat terus berlanjut melalui penguatan sistem kesehatan daerah,” ujarnya.
Dengan berakhirnya operasional rumah sakit apung di Benjina, perhatian kini tertuju pada kesiapan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat kepulauan. Bagi warga yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan, akses medis yang berkelanjutan menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda. (ji3)



