-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id — Persaingan Turnamen Bola Voli Bupati Cup 2026 Kabupaten Maluku Tenggara memasuki fase krusial. Menjelang babak 16 besar, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh tim agar tidak mencederai turnamen dengan keributan.
Thaher menegaskan, tim yang terlibat dalam keributan tidak akan mendapat toleransi. Sanksinya tegas: diskualifikasi.
“Saya tegaskan. Masuk 16 besar ini taruhannya harga diri daerah. Jaga sportivitas. Wasit harus tegas. Pelatih dan manajer jaga timnya. Siapa bikin ribut, diskualifikasi,” tegas Thaher di Gedung Serbaguna Larvul Ngabal, Langgur, Rabu (9/9/2026).
Peringatan tersebut disampaikan di hadapan para wasit, camat, pelatih, manajer, perwakilan tim kecamatan, instansi vertikal, serta organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Thaher, semakin ketatnya persaingan di fase gugur harus dibarengi dengan kedewasaan seluruh pihak. Kemenangan memang menjadi target, tetapi jangan sampai ambisi meraih tiket ke babak berikutnya justru memicu emosi dan tindakan yang mengganggu jalannya pertandingan.
Ia meminta pemain mampu mengendalikan diri, terutama ketika pertandingan berlangsung dalam tekanan. Sementara pelatih dan manajer harus bertanggung jawab menjaga sikap dan perilaku seluruh anggota tim.
Bagi Thaher, Bupati Cup bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Turnamen ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membina generasi muda sekaligus mengembangkan olahraga di Maluku Tenggara.
Melalui kompetisi tersebut, para pemain diharapkan tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga belajar tentang disiplin, kerja sama, tanggung jawab, ketangguhan, dan menghormati lawan.
“Ini untuk membina pemuda Malra. Jangan kotori dengan emosi dan kekerasan. Malu kita kalau sampai disorot keluar,” ujarnya.
Selain pemain, perhatian Bupati juga tertuju kepada perangkat pertandingan. Wasit diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan berani mengambil keputusan terhadap setiap pelanggaran.
Ketegasan wasit dinilai penting agar pertandingan berjalan adil dan tidak berkembang menjadi persoalan di luar lapangan.
Di sisi lain, pelatih dan manajer diminta menjadi teladan bagi para pemain. Mereka harus mampu meredam emosi tim ketika pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi.
“Laksanakan dengan tertib. Jaga keamanan. Buktikan Maluku Tenggara bisa menggelar iven besar dengan bermartabat,” kata Thaher.
Kini, 16 tim telah memastikan langkah ke babak 16 besar. Persaingan pun dipastikan semakin sengit karena setiap pertandingan akan menentukan nasib tim menuju fase berikutnya.
Pemkab Maluku Tenggara berharap babak 16 besar hingga partai puncak berlangsung aman dan sportif. Sebab, bagi pemerintah daerah, keberhasilan Bupati Cup 2026 bukan hanya ditentukan oleh siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga bagaimana seluruh peserta mampu menjaga kehormatan olahraga dan nama baik Maluku Tenggara. (ji4)



