Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (29/6). (Foto: Diskominfo Aru)

Bupati Kaidel Pimpin Upacara Harganas ke-33, Tekankan Keluarga sebagai Fondasi SDM Unggul di Aru

4

Dobo, JejakInfo.id — Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Kabupaten Kepulauan Aru berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (29/6). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, dengan pesan kuat tentang pentingnya keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

Mengusung tema “Cintai Keluarga dengan Cinta yang Terencana untuk Membentuk Keluarga Berkualitas, Indonesia Kuat, SDM Unggul, Bangsa Pemenang,” peringatan Harganas tahun ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa pembangunan bangsa sejatinya berawal dari rumah.

Turut hadir dalam upacara tersebut Kapolres Kepulauan Aru AKBP Albert Perwira Sihite, Danlanal Aru Letkol Laut (P) Sriadi, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru Dr. Amanda, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Adolof Pokar, para pimpinan OPD, serta jajaran ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru.

Dalam amanatnya, Bupati Timotius Kaidel membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji. Ia menegaskan bahwa Harganas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memperkuat peran keluarga di tengah berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan tangguh dalam membentuk generasi unggul. Di tengah derasnya arus teknologi, ketidakpastian global, serta perubahan nilai sosial yang semakin cepat, keluarga dituntut menjadi benteng utama dalam menjaga arah tumbuh kembang anak.

Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai, disebut membawa tantangan tersendiri bagi ketahanan keluarga. Karena itu, peran orang tua dalam membangun komunikasi yang hangat dan kedekatan emosional dengan anak menjadi semakin penting.

“Jangan sampai gawai mengambil alih peran orang tua dalam membangun hubungan dan komunikasi di dalam keluarga,” tegas Kaidel saat membacakan amanat Menteri.

Ia juga menekankan bahwa keluarga memegang peran strategis dalam menentukan keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi. Bonus tersebut hanya akan menjadi kekuatan besar apabila generasi produktif memiliki kualitas yang unggul, sehat, dan berkarakter.

Sebaliknya, apabila kualitas sumber daya manusia rendah, bonus demografi justru dapat berubah menjadi tantangan serius berupa meningkatnya pengangguran dan persoalan sosial.

Untuk mewujudkan keluarga berkualitas, pemerintah menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

“Keluarga adalah hulu kebijakan dan dasar pembangunan nasional. Kemajuan ekonomi dan infrastruktur tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang bermoral, sehat, dan tangguh,” demikian pesan Menteri dalam amanat yang dibacakan Bupati.

Usai upacara, Bupati Timotius Kaidel bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting secara simbolis kepada empat keluarga berisiko stunting di Kecamatan Pulau-Pulau Aru.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam menekan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas hidup keluarga di daerah itu.

Melalui momentum Harganas ke-33 ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menegaskan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat pula—sebuah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. (ji3)