Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun meresmikan mobil Damkar milik Pemkab, Kamis (9/10). (Humas Malra)

Bupati Malra: Mobil Damkar Baru, Bukti Nyata Negara Hadir Lindungi Warganya

91

LANGGUR, JejakInfo.id — Suara sirene belum terdengar, tetapi harapan sudah menyala di halaman Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (9/10).

Sebuah unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) baru berdiri gagah — bukan sekadar kendaraan, tapi simbol nyata dari komitmen pemerintah daerah melindungi setiap nyawa dan rumah warga dari ancaman si jago merah.

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, tak menyembunyikan kebanggaannya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran mobil Damkar baru ini adalah bukti bahwa negara hadir, tak hanya dalam janji, tapi dalam kesiapan nyata.

“Mobil ini bukan sekadar alat. Ini simbol komitmen kami. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, tidak hanya saat bencana terjadi, tapi juga dalam kesiapsiagaan setiap harinya,” tegas Bupati Thaher.

Mobil pemadam kebakaran terbaru ini diserahkan oleh PT Karya Jaya Mandiri Mega Prakoso, perusahaan yang dipercaya dalam pengadaan.

Bupati Thaher menyampaikan apresiasi atas kerja profesional yang dilakukan tepat waktu, dan menyebut kolaborasi ini sebagai contoh baik kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun daerah.

Namun lebih dari sekadar seremonial, Bupati mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya bukan hanya soal memiliki armada baru, tapi soal menghidupkan semangat kesiapan dan tanggung jawab dari para petugas di lapangan.

“Percuma kita punya mobil baru kalau tidak dirawat atau digunakan dengan baik. Saya minta armada ini dijaga, dirawat, dan siap setiap saat. Karena ketika kebakaran datang, tidak ada waktu untuk salah,” ujarnya tegas.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel Damkar — bukan hanya cepat tanggap, tetapi juga cermat dalam bertindak. Karena dalam hitungan detik, nyawa bisa terselamatkan atau hilang.

“Masyarakat harus merasa tenang karena tahu, ada orang-orang yang siap siaga 24 jam menjaga mereka,” lanjut Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Maluku Tenggara, Abd. Rahman Madubun, menjelaskan bahwa mobil pemadam ini dibeli melalui APBD 2025 dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar. Prosesnya berlangsung selama 132 hari kerja — dimulai dari 1 Juni hingga 30 September 2025 — dan dilaksanakan sesuai prosedur.

Meski berbicara soal anggaran, Rahman tidak sekadar bicara angka. Baginya, mobil ini adalah bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan warga.

“Kami berkomitmen penuh. Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan masyarakat. Semoga kendaraan ini bisa segera beroperasi dan membawa manfaat nyata, terutama di wilayah-wilayah rawan kebakaran,” ujar Rahman.

Kini, dengan tambahan armada baru ini, Maluku Tenggara menambah satu lapis perlindungan bagi warganya. Bukan untuk gagah-gagahan. Tapi agar ketika bahaya datang tanpa permisi, pemerintah tak hanya bisa berkata “kami peduli” — melainkan bisa langsung bertindak. Cepat. Tanggap. Dan siap siaga. (ji4)