-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JEJAKINFO.ID – Bupati Maluku Barat Daya Benjamin Thomas Noach dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Vialy Rahantoknam abaikan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.
Kedua politisi PDIP itu dikabarkan telah berada di Kota Magelang untuk mengikuti retret kepala daerah dan wakil kepala daerah.
"Iya, benar, Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati MBD sudah di Magelang," singkat sumber JejakInfo.id via WhatsApp, Jumat (21/2/2025).
Media ini mencoba mengonfirmasi salah satu Kabid di Dinas Kominfo Pemda MBD, Ateng Watremny soal keberadaan Bupati dan Wakil Bupati MBD di Magelang, namun tidak menjawab telepon meski terdengar nada panggilan masuk. Pesan singkat yang dikirim pun enggan dibalasnya.
Begitupun Bupati dan Wakil Bupati MBD. Nomor telepon pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah dua periode itu sedang dialihkan.
Sementara Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku, Benhur G. Watubun belum berhasil dikonfirmasi media ini.
Pesan singkat yang dikirim via WhatsApp pribadinya belum dibalas.
Sekadar tahu, di Maluku ada tiga kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung PDIP, yakni: Kota Ambon (Bodewin Melkias Wattimena–Ely Toisutta), Kabupaten Maluku Tenggara (M. Thaher Hanubun–Charlos Vialy Rahantoknam) dan Maluku Barat Daya (Benjamin Thomas Noach–Agustinus Lekwardai Kilikily).
Ketiganya telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto bersama 958 kepala daerah dan wakil kepala daerah di Intana Negara, Jakarta Kamis (20/2/2025).
Mereka kini telah berada di Kota Magelang untuk mengikuti retret selama seminggu, sejak 21–28 Februari 2025, mendatang.
Dari tiga wilayah ini, Bupati MBD Benjamin Thomas Noach dan Wakil Bupati Malra Charlos Vialy Rahantoknam adalah kader PDIP.
Noach menjabat Wakil Bupati MBD satu periode lebih, dan menjabat Bupati MBD untuk dua periode. Sementara Rahantoknam, politisi yang berlatar belakang notaris dan pengusaha muda di bumi Larvul Ngabal.
Instruksi Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kadernya yang baru saja dilantik menjadi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah 2025–2030 untuk menunda keikutsertaan dalam kegiatan retreat di Magelang.
"Diinstruksikan kepada seluruh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah PDI Perjuangan, sebagai berikut: Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21–28 Februari 2025," perintah Megawati seperti dikutip dari surat instruksinya.
PDIP juga memerintahkan seluruh kadernya yang sedang dalam perjalanan ke Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum.
“Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call. Demikian instruksi harian ini disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," pesannya.
Instruksi ini disampaikan Megawati secara tertulis usai terjadi penahanan terhadap Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Kamis, (20/2/2025).
"Mencermati dinamika politik nasional pada hari ini, Kamis, 20 Februari 2025, khususnya setelah terjadi kriminalisasi hukum terhadap Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Bapak Hasto Kristiyanto, di Komisi Pemberantasan Korupsi RI," tulis Mega.
Pada surat instruksi tersebut, PDIP menekankan bahwa seluruh kader harus mematuhi perintah Ketua Umum partai sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat 1 AD–ART Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
"Bahwa Ketua Umum sebagai sentral kekuatan politik Partai berwenang, bertugas, bertanggung jawab dan bertindak baik ke dalam maupun keluar atas nama Partai dan untuk eksistensi Partai, program, dan kinerja Partai, maka seluruh kebijakan dan instruksi Partai langsung berada dibawah kendali Ibu Ketua Umum PDI Perjuangan," tandas Mega dalam isi surat itu. (*)


