-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Pagi itu, suasana di SMA Negeri 11 Ambon terasa berbeda. Ratusan siswa berseragam rapi bersiap menghadapi Ujian Sekolah, namun ada energi lain yang mengalir. Harapan, juga dorongan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar lembar soal.
Di hadapan 517 siswa, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, membuka pelaksanaan ujian dengan pesan yang sederhana namun mengena: beranilah bermimpi.
“Kalian harus punya mimpi. Tanpa mimpi, kalian tidak tahu apa yang harus diperjuangkan,” ujarnya, memecah keheningan aula yang dipenuhi wajah-wajah tegang.
Baginya, ujian hari itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia melihat lebih jauh, sebuah titik awal bagi lahirnya generasi pemimpin Maluku. Dengan nada optimistis, ia melempar pertanyaan yang sekaligus menjadi keyakinan.
“Masa dari 517 siswa ini tidak ada yang jadi pemimpin? Saya yakin, pasti ada yang akan jadi bupati, wali kota, bahkan gubernur,” seloroh Wagub.
Namun, mimpi saja tidak cukup. Vanath mengingatkan bahwa jalan menuju keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang paling pintar di kelas. Ia justru menekankan nilai yang sering kali dianggap sepele: disiplin dan konsistensi.
“Kesuksesan bukan hanya milik orang pintar, tapi milik mereka yang terus berjuang dengan disiplin,” katanya.
Di tengah pesan itu, ia juga mengajak para siswa menoleh sejenak, menghargai sosok yang setiap hari berdiri di depan kelas. Menurutnya, guru bukan hanya pengajar, melainkan pembentuk arah hidup.
“Orang tua memenuhi kebutuhan kalian, tapi guru yang mengisi pengetahuan dan membentuk karakter,” ucapnya.
Lebih jauh, Vanath mengingatkan bahwa dunia pendidikan tidak bisa berdiri tanpa fondasi yang lebih besar: kedamaian. Ia menyinggung masa-masa sulit yang pernah dilalui Maluku, sebagai pelajaran agar generasi sekarang menjaga stabilitas demi masa depan yang lebih baik.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, ia memastikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong kualitas pendidikan tidak akan surut.
Menutup arahannya, ia meninggalkan pesan yang paling mendasar soal kejujuran.
“Kerjakan dengan kemampuan sendiri. Dari situ kita tahu sejauh mana kemampuan kita, dan apa yang harus diperbaiki,” ingatnya.
Simbol dimulainya ujian pun dilakukan dengan penekanan tombol oleh Wakil Gubernur. Namun momen tak berhenti di seremoni.
Ia melangkah masuk ke ruang-ruang kelas, menyapa suasana hening yang dipenuhi konsentrasi, memastikan setiap siswa mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh.
Di balik lembar jawaban yang mulai terisi, tersimpan lebih dari sekadar angka. Ada mimpi yang sedang diuji, dan mungkin seperti yang diyakini Vanath di antara mereka, sedang duduk calon pemimpin masa depan Maluku. (ji5)




