Dewan Rame-rame Desak Tindak Pelaku Bentrok dan Penyebar Video

235

JEJAKINFO.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ambon rame-rame mendesak Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menindak tegas pelaku bentrok Trikora dan penyebar video.

"Kami mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku bentrok dan penyebar video," tegas Jacoba Lekahena saat rapat koordinasi situasi Kamtibmas bersama Kapolresta Ambon dan Pp Lease, perwakilan Kodim 1504, Sekot Ambon dan jajaran, Kamis (16/1/2025).

Selain itu, Anggota Komisi I Fraksi Partai NasDem ini meminta untuk Polresta Ambon mengintensifkan kembali pos-pos keamanan di sejumlah lokasi rawan konflik. 

Kepada Pemerintah Kota Ambon, Lekahena berpesan, untuk memasang dan memfungsikan Closed-Circuit Television (CCTV) di ruang publik untuk dapat merekam setiap aktivitas dan kejadian di suatu lokasi tertentu.

Hal senada juga disampaikan Eroll da Costa. Politisi PAN ini mendesak polisi menindak tegas pelaku utama bentrokan Trikora dan penyebar video.

Eks Kasat Intel Polres MBD ini mengaku heran sebab di jam-jam tengah malam masih saja terlihat anak-anak muda berkeliaran di jalan. Padahal seharusnya mereka sudah harus istirahat

"Orangtua terkesan membiarkan anaknya keluar malam. Tidak ada kepedulian dari orangtua terhadap pengawasan anak. Jadi jangan kita salahkan satu pihak," ujarnya. 

Eroll berharap proses penyelidikan dan penyidikan peristiwa ini harus sampai ke tahap P21. Hal ini dimaksudkan agar ada efek jera terhadap para pelaku.

Senada dengan itu, Zeth Pormes tekankan pada aspek pengawasan dan pengamanan, dimana daerah rawan konflik harus disediakan cctv guna memantau setiap kejadian yang terjadi. 

Disamping itu, kata Pormes, pemerintah juga melakukan afirmasi kebijakan lewat penganggaran dalam membantu aparat kepolisian menjaga situasi keaman di kota ini. 

Politisi Golkar ini berharap kolaborasi dengan organisasi motor (IMI, red) untuk memproteksi setiap geng-geng motor yang sering melakukan balapan liar di dalam kota.

"Kelemahan kita tidak ada sirkuit, sehingga bakat yang ada pada anak-anak muda tidak bisa tersalur. Jadi jalan dijadikan arena balapan liar," akuinya.

Kapolresta Ambon, Kombes Pol Driyano Andri Ibrahim mengapresiasi masyarakat kota Ambon yang cukup antusias mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga situasi Kamtibmas di Kota Ambon.

"Untuk kejadian ini, kami sudah melakukan investigasi terutama kapada korban. Polisi bergerak cepat dalam melalukan penyelidikan lewat sejumlah alat bukti yang dikumpulkan," ucapnya.

Langkah-langkah yang dilakukan Polresta Ambon, kata dia, menempatkan petugas kemanan di pos-pos pelayanan terpadu. Patroli skala besar diintensifkan untuk mencegah segala kemungkinan yang terjadi. 

"Ada 20 titik rawan yang menjadi perhatian Polresta Ambon. Kita akan menempatkan petugas di titik-titik rawan konflik. Gerak cepat kami lakukan mengantisipasi setiap kejadian," tandasnya.

Sekot Ambon, Robby Sapulette mengaku, akan berkoordinasi dengan Pj Walikota, Dinas Perhubungan, Kapolresta Ambon dan pihak terkait untuk memasang cctv di sejumlah titik rawan di kota ini. 

"Saran dan masukan akan kami pertimbangkan. Dan kami upayakan untuk cctv dipasang di setiap sudut rawan, gereja, mesjid dan lainnya. Jangan kejar keuntungan saja, tapi keamanan tidak diperhatikan," jelasnya. 

Ada enam laporan yang sementara dilidik Polresta Ambon, diantaranya; dua laporan polisi tentang penganiayaan, satu laporan polisi soal pembakaran ruko, dua laporan kasus pengrusakan dua unit mobil, dan satu laporan polisi menyangkut pembakaran tiga unit sepeda motor. 

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi I Fadly Toisuta didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Ambon Patrick Moenandar, Sekretaris Komisi I Astrid Soplantila dan dihadiri Anggota Komisi I, Jacob Usmany, Rahmy Ayu, Hamsudin dan William Mairuhu. (*)