-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id — Rencana pelaksanaan operasi katarak gratis di Kabupaten Maluku Tenggara mulai dimatangkan. Namun, di balik program layanan kesehatan yang sangat dinantikan masyarakat itu, masih ada sejumlah hal krusial yang harus dipastikan sebelum pelaksanaan di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Maluku Tenggara, Senin (23/2).
Rapat tersebut dihadiri Direktur RSU Karel Sadsuitubun Langgur, Direktur Rumah Sakit Pratama Elat, perwakilan Kementerian, serta tim medis yang akan terlibat dalam kegiatan operasi katarak gratis.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, menegaskan bahwa pemerintah daerah menyambut baik program tersebut. Namun, ia menilai berbagai aspek operasional, teknis, hingga pembiayaan harus dipastikan sejak awal agar pelaksanaan berjalan efektif.
Menurut Muchsin, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan tenaga medis spesialis mata di Maluku Tenggara.
Ia menjelaskan, Kabupaten Maluku Tenggara memang memiliki dua rumah sakit, termasuk satu rumah sakit yang baru diresmikan pada November 2025. Namun, pelayanan spesialis mata masih sangat terbatas.
Saat ini hanya ada satu dokter spesialis mata yang bertugas secara part-time dari Ambon dengan jadwal kunjungan sebulan sekali. Sementara satu dokter lainnya masih dalam proses pendidikan spesialis.
Kondisi tersebut membuat kesiapan teknis menjadi perhatian utama menjelang pelaksanaan operasi massal yang menargetkan hingga 300 pasien.
Karena itu, Dinkes meminta kejelasan mengenai dukungan operasional dari pemerintah pusat, terutama terkait komponen pembiayaan dan ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
Selain itu, Dinkes juga mengusulkan agar peserta operasi dipetakan secara proporsional antara wilayah Kei Besar dan Kei Kecil. Langkah ini dinilai penting untuk mempermudah mobilisasi pasien sekaligus memperkuat koordinasi dengan kepala-kepala puskesmas di setiap wilayah.
Tak kalah penting, Muchsin menekankan perlunya proses skrining awal yang terstandar untuk memastikan pasien benar-benar siap menjalani operasi.
Ia juga mengusulkan adanya briefing teknis secara daring antara dokter spesialis mata dengan tenaga medis di seluruh puskesmas. Usulan ini dinilai realistis karena hampir seluruh puskesmas di Maluku Tenggara kini telah terkoneksi jaringan internet.
“Data calon pasien katarak sebenarnya sudah tersedia melalui program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan sejak 9 Februari 2025 melalui aplikasi Sehat Indonesia. Dari target 126.000 peserta, realisasi saat ini mencapai sekitar 32.000 orang,” jelas Muchsin.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah mobilisasi pasien dari desa menuju lokasi operasi. Menurut Dinkes, aspek transportasi hingga kebutuhan makan dan minum peserta harus diperhitungkan secara matang.
Untuk itu, pelibatan camat serta kepala ohoi/desa dinilai penting agar proses mobilisasi berjalan lancar.
Dinkes juga menyoroti kesiapan alat kesehatan. Muchsin meminta kepastian terkait pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan alat, termasuk kesiapan teknisi untuk mengantisipasi potensi gangguan teknis selama pelaksanaan.
Ia tidak ingin kendala teknis yang pernah terjadi pada kegiatan sebelumnya kembali terulang.
Selain itu, kejelasan persyaratan administrasi peserta juga menjadi perhatian, terutama terkait ketentuan desil ekonomi dan penggunaan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), guna mencegah persoalan administrasi maupun pungutan yang tidak diinginkan.
Tak hanya itu, pembiayaan untuk kegiatan seremonial pembukaan juga diminta kejelasannya, apakah sepenuhnya ditanggung Kementerian atau menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Sebagai langkah memperkuat koordinasi, Muchsin mengusulkan agar seluruh kepala puskesmas dilibatkan dalam kepanitiaan bersama unsur Dinas Kesehatan dan pimpinan rumah sakit.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program operasi katarak gratis ini.
“Keterlibatan lintas sektor penting untuk kelancaran kegiatan,” kuncinya. (ji4)


