Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama beberapa kepala daerah melakukan pertemuan bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (9/6). (Ist)

Dukung Swasembada Pangan, Mentan Tetapkan Aru dan MBD sebagai Pusat Hilirisasi Kelapa

73

Jakarta, JejakInfo.id – Komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional terus berlanjut. Kali ini, Provinsi Maluku mendapat tambahan proyek strategis melalui pengembangan hilirisasi kelapa di Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Bupati Buru Selatan La Hamidi, serta sejumlah kepala daerah lainnya di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Selasa (9/6).

Penetapan Aru dan MBD sebagai pusat hilirisasi kelapa melengkapi proyek hilirisasi ubi kayu yang sebelumnya telah dialokasikan untuk Kabupaten Buru Selatan. Dengan demikian, Maluku kini memperoleh dukungan lebih besar dalam mendorong pengembangan sektor pertanian berbasis potensi lokal.

“Saya tambahkan satu proyek hilirisasi kelapa untuk Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya. Sudah menjadi kewajiban kami untuk merealisasikan visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mencapai swasembada pangan dan menekan angka kemiskinan di wilayah 3T,” kata Amran.

Tak hanya menetapkan proyek, Kementerian Pertanian juga membuka ruang percepatan pelaksanaan program di lapangan. Amran meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi terkait kebutuhan pembukaan lahan agar bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor, dapat segera disalurkan ke kedua wilayah tersebut.

Program hilirisasi kelapa diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat kepulauan. Selama ini, hasil kelapa dari daerah penghasil umumnya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Melalui hilirisasi, komoditas tersebut akan diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani dan membuka peluang usaha baru di daerah.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun perekonomian dari wilayah terluar dan memperkuat kemandirian pangan nasional.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, tambahan proyek hilirisasi menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan ekonomi di Maluku.

“Masyarakat Maluku sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran atas tambahan proyek hilirisasi kelapa untuk Aru dan MBD. Apalagi keputusan ini langsung diikuti dengan bantuan alat-alat pertanian yang sangat dibutuhkan daerah,” ujarnya.

Masuknya proyek hilirisasi kelapa di Aru dan MBD, serta hilirisasi ubi kayu di Buru Selatan, diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya investasi dan lapangan kerja berbasis komoditas unggulan di kawasan timur Indonesia. (ji2)