-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Jakarta, JejakInfo.id — Suasana politik nasional menjelang pergantian tahun tampak menghangat. Senin (29/12), kediaman Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, menjadi titik temu sejumlah tokoh penting partai politik nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup namun sarat makna itu, hadir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Harian DPP Partai Gerindra. Pertemuan tersebut kemudian mencuri perhatian publik setelah sejumlah fotonya diunggah melalui akun resmi media sosial DPP Partai Golkar.
Foto-foto yang beredar menampilkan suasana akrab. Para elite partai tampak duduk berdampingan dalam satu ruangan, diselingi senyum dan jabat tangan. Salah satu momen yang paling menonjol adalah ketika Bahlil, Zulhas, dan Cak Imin saling bersalaman—sebuah gestur sederhana yang kerap dibaca sebagai pesan politik tentang kebersamaan dan soliditas.
“Silaturahmi menjelang akhir tahun, Senin 29 Desember 2025, di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, mempertemukan tiga ketua umum partai,” tulis akun resmi DPP Partai Golkar dalam keterangannya.
Bagi Golkar, pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen penutup tahun. Partai berlambang pohon beringin itu menilai, komunikasi yang terjalin intensif antar-pimpinan partai menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni koalisi serta menghadapi dinamika dan agenda politik ke depan.
“Silaturahmi ini untuk memperkuat soliditas koalisi serta membahas agenda politik ke depan,” tegas Golkar.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh politikus Golkar, Arief Rosyid, yang membenarkan adanya pertemuan para elite tersebut. Ia menegaskan bahwa pertemuan berlangsung di rumah pribadi Bahlil dan berjalan dalam suasana kekeluargaan.
“Silaturahmi elite partai politik di kediaman Ketum Golkar,” ujarnya singkat.
Di tengah lanskap politik yang kerap diwarnai perbedaan tajam, pertemuan ini memberi sinyal bahwa jalur komunikasi antar-elite tetap terbuka. Setidaknya, di penghujung tahun, para petinggi partai memilih duduk bersama, bertukar pandang, menjaga hubungan, dan merawat stabilitas politik nasional. (*)





