Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam menghadiri Festival Pesona Kei di Ohoi Elaar Ngursoin, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (2/8). (Ist)

Festival Pesona Kei Jadi Panggung Kolaborasi Budaya, Wabup Malra Tegaskan Komitmen Kembangkan Potensi Daerah

4

Langgur, JejakInfo.id – Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal mewarnai pelaksanaan Festival Pesona Kei di Ohoi Elaar Ngursoin, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (2/8). 

Festival yang menjadi puncak kegiatan Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu bukan sekadar perayaan penutup pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi panggung untuk memperkenalkan pesona Kepulauan Kei kepada publik yang lebih luas.

Mewakili Bupati Maluku Tenggara, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam hadir sekaligus menyampaikan sambutan di hadapan masyarakat, mahasiswa, tokoh adat, dan para tamu undangan.

Kehadirannya menjadi penegasan dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terhadap kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-PPM UGM yang selama menjalankan pengabdian di Ohoi Elaar Ngursoin telah menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga melahirkan semangat gotong royong dan inovasi yang dapat mendorong kemajuan desa.

Ia menegaskan, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan modal penting dalam mempercepat pembangunan yang berpihak pada masyarakat. Berbagai potensi yang dimiliki Maluku Tenggara, mulai dari kekayaan budaya, keindahan alam, hingga sumber daya manusia, akan semakin berkembang apabila didukung melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menilai Festival Pesona Kei menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Kepulauan Kei kepada masyarakat luas. Tradisi, seni, adat istiadat, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun dinilai sebagai kekuatan yang tidak hanya perlu dijaga, tetapi juga dikembangkan menjadi daya tarik pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Melalui festival seperti ini, masyarakat diajak untuk semakin bangga terhadap warisan budayanya sendiri. Budaya bukan hanya identitas, tetapi juga aset berharga yang dapat menjadi penggerak pembangunan daerah apabila dikelola secara berkelanjutan," ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Gadjah Mada, terus diperkuat melalui program-program pengabdian masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pemberdayaan masyarakat desa.

Festival Pesona Kei sendiri berlangsung meriah dengan menampilkan beragam atraksi seni dan budaya khas Kei, pameran produk unggulan masyarakat, serta berbagai pertunjukan yang melibatkan mahasiswa KKN-PPM UGM bersama warga setempat.

Suasana penuh keakraban yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan kalangan akademisi mampu menghadirkan ruang bersama untuk mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat jati diri budaya Kepulauan Kei. (ji4)

1 Menyukai postingan ini