-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Suasana tenang Ambon terusik oleh perdebatan yang merambat dari ruang ceramah ke ruang publik. Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Maluku akhirnya angkat bicara, merespons pernyataan Jusuf Kalla dalam sebuah ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM), 7 April 2026 lalu.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Dr. Samuel Patra Ritiauw, M.Pd menyampaikan sikap resmi organisasi dengan nada tegas namun terukur. Menurutnya, narasi yang beredar luas, yang mengaitkan ajaran agama dengan pembenaran kekerasan tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi melukai relasi antarumat beragama.
“Pikiran ini sesat dan jangan dijadikan kebenaran. Kami menyatakan bahwa itu sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen,” ujarnya.
Bagi GAMKI, ajaran Kristen berdiri kokoh di atas prinsip kasih. Mereka mengingatkan kembali pesan mendasar dalam Alkitab: kasih kepada sesama bukan sekadar anjuran, melainkan perintah. Dari “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” hingga ajakan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, nilai-nilai itu menjadi garis tegas yang, menurut mereka, tak bisa ditawar.
Namun, GAMKI tidak serta-merta menutup ruang klarifikasi. Mereka justru mendorong adanya penjelasan langsung dari Jusuf Kalla. Jika pernyataan tersebut benar disampaikan seperti yang beredar, GAMKI berharap ada sikap terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang tokoh bangsa.
Di sisi lain, mereka juga melihat kemungkinan lain: potongan video yang beredar bisa saja tidak utuh. Dalam era digital, distorsi informasi bukan hal baru. Karena itu, GAMKI mendesak aparat kepolisian untuk menelusuri apakah ada manipulasi konten yang justru memperkeruh keadaan.
Pernyataan ini tidak lahir di ruang hampa. Maluku memiliki sejarah panjang tentang rapuhnya hubungan sosial jika isu identitas disentuh tanpa kehati-hatian. GAMKI tampak menyadari betul hal itu. Mereka mengingatkan agar polemik ini tidak dibesar-besarkan hingga memicu luka lama.
Seruan pun digaungkan: semua pihak diminta menahan diri, menempuh jalur hukum, dan menjaga kedamaian. Bahkan secara internal, GAMKI telah menginstruksikan seluruh jajarannya di 11 kabupaten/kota untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memanaskan suasana.
Di tengah riuhnya perdebatan, satu pesan mereka tegaskan Maluku dibangun di atas persaudaraan. Dan persaudaraan itu, bagi mereka, jauh lebih penting untuk dijaga daripada memenangkan perdebatan. (ji1)




