-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menorehkan langkah strategis di kancah internasional. Kampus terbesar di Maluku itu resmi menjalin kerja sama dengan G-Mango Inc, perusahaan teknologi asal Delaware, Amerika Serikat, untuk mendorong pengembangan layanan kesehatan berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di ruang rapat Rektor Universitas Pattimura, Senin (22/6).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Unpatti dalam memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, menegaskan kerja sama ini bukan sekadar hubungan kelembagaan, melainkan langkah nyata menuju transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Menurutnya, kehadiran teknologi AI dalam sektor kesehatan dapat membuka akses layanan yang lebih cepat, akurat, dan efisien, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Maluku.
“Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Maluku dan Indonesia Timur. G-Mango akan mengembangkan sistem berbasis AI yang dapat mendukung komunikasi medis dan analisis data kesehatan, sehingga masyarakat bisa memperoleh akses informasi kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, teknologi tersebut memungkinkan pengolahan data kesehatan secara lebih komprehensif, mulai dari analisis kondisi pasien hingga pemberian rekomendasi awal terkait langkah medis yang perlu ditempuh.
Dengan dukungan AI, masyarakat nantinya dapat memperoleh informasi awal mengenai kondisi kesehatan mereka secara lebih cepat sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga medis.
Bagi Unpatti, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan teknologi terapan.
Rektor berharap kerja sama tersebut mampu melahirkan berbagai inovasi baru yang dapat memperkuat layanan kesehatan digital, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus memperluas akses terhadap informasi dan konsultasi kesehatan berkualitas.
Sementara itu, CEO G-Mango Inc, Celine Wren, menjelaskan pihaknya membawa inovasi berupa sistem medis berbasis AI bernama G-Mango AI, sebuah platform yang dirancang untuk mendukung layanan kesehatan modern berbasis data dan infrastruktur digital.
Menariknya, Indonesia dipilih sebagai negara pertama untuk implementasi teknologi ini, dengan Kota Ambon ditetapkan sebagai pilot city atau kota percontohan dalam tahap awal uji coba.
Keputusan tersebut diambil karena Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi kesehatan, terutama dengan jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan layanan kesehatan yang terus berkembang.
Selain implementasi teknologi, G-Mango Inc juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia guna mendukung riset serta pengembangan AI di bidang kesehatan.
Penandatanganan MoU antara Unpatti dan G-Mango Inc disaksikan jajaran pimpinan kedua lembaga, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya kemitraan strategis yang diharapkan membawa dampak besar bagi masa depan layanan kesehatan di Maluku. (ji6)


