-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JEJAKINFO.ID- SATREPS atau lebih dikenal dengan Program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development adalah program penelitian bersama yang didanai oleh Japan Science and Technology Agency (JST) dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
SATREPS BRICC ini merupakan kerjasama penelitian yang melibatkan berbagai Peneliti Universitas, dan Pejabat Pemerintah dari institusi Jepang dan Indonesia yang dipimpin oleh Kyoto University dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Tujuan dari penelitian bersama ini adalah untuk melakukan studi harmonisasi di wilayah pesisir dengan pencegahan bencana, lingkungan, dan ekonomi dengan meningkatkan fungsi perlindungan wilayah pesisir termasuk pemantauan, pemodelan, langkah-langkah kombinasi natural-infrastruktur yang optimal serta pendidikan dan evakuasi PRB menggunakan teknologi terbaru.
Dengan dilaksanakannya proyek ini, diharapkan ketahanan dan keberlanjutan wilayah pesisir terhadap bencana dapat ditingkatkan melalui non-struktural dan infrastruktur (green-grey combination). Penelitian akan dilaksanakan di Bali dan Ambon sebagai lokasi utama; serta Kalimantan Timur.
Sejak tanggal 12 hingga 15 September 2024 Tim SATREPS berada di Ambon untuk melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka desiminiasi hasil kajian dan penguatan masyarakat pesisir.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah workshop sehari yang dilaksanakan di Universitas Pattimura pada tanggal 12 September dan melibatkan Pimpinan Universitas, Fakultas, Pj Walikota Ambon yang diwakili oleh Pj Sekretaris Kota Ambon, lembaga dan pusat penelitian, akademisi di Unpatti, stakeholder, NGO, dan Komunitas Tsunami Ready, dengan mengusung Tema: TSUNAMI MITIGATION AND COASTAL COMMUNITY RESILIENCE IN AMBON CITY Building Sustainable System for Resilience and Innovation in Coastal Community (BRICC) Project.
Workshop ini dilaksanakan secara Hybrid, dan menghadirkan pembicara dari Tohoku University Jepang, BNPB, BRIN, Universitas Syahkuala Aceh dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura Ambon Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt, MSc.
Dalam sambutannya Wakil Rektor sangat mengharapkan hasil penelitian SATREPS ini akan membantu masyarakat untuk memahami karakteristik bencana dan mampu melakukan upaya mitigasi secara baik, dan diharapkan melalui penelitian SATREPS ini gap data yang ada terkait berbagai kejadian tsunami dan upaya mitigasinya dapat dilengkapi sehingga menjadi asset penting untuk peningkatan resiliens Kota Ambon dalam menghadapi bencana.
Selain kegiatan Workshop, Tim SATREPS juga melakukan kunjungan ke Fakultas Teknik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Pusat Penelitian Bencana, Pusat Kemaritiman dan berbagai sarana pendukung lain yang ada di Unpatti seperti Laboratorium Minigrid dan Blok Masela.
Selain workshop dan kunjungan di Unpatti, Tim SATREPS juga melakukan kunjungan dan melaporkan kegiatannya ke Pj. Walikota Ambon di kediamannya. Tim disambut oleh Walikota dan jajarannya yang hadir yaitu Sekretrais Kota Ambon, Kepala Pelaksana dan Sekretaris BPBD Kota Ambon. Pada kesempatan itu Prof. Keiko Tamura dari Science and Technology (JST) Jepang memberikan penjelasasn tentang ap aitu SATREPS dan berbagai program yang dilaksanakan kepada Pj. Walikota Ambon, dilanjutkan oleh Anawat Suppasri dari Tohoku University yang menunjukan apa yang sudah dilakukan dan kondisi Kota Ambon dengan potensi gempabumi dan tsunami kepada Pj. Walikota Ambon melalui beberapa slide presentasinya. Pj. Walikota Ambon Dominggus Kaya, S.Sos.,M.Si sangat senang dan memberikan apresiasi atas kehadiran Tim SATREPS di Ambon, dan mendukung berbagai program penelitian yang di lakukan Tim SATREPS di Ambon, dan diharapkan lewat penelitian ini akan membangun ketangguhan masyarakat/resiliens (pesisir) Kota Ambon dalam menghadapi gempabumi dan tsunami.
Dalam rangka mengevaluasi penguatan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi Tsunami, maka Tim SATREPS melakukan kunjungan ke desa atau negeri yang memiliki catatan sejarah tsunami dan potensi Risiko tinggi, diantaranya kunjungan ke Negeri Hutumuri yang memiliki catatan sejarah Tsunami tahun I950, Negeri Rutong sebagai Smart Vilage namun berada pada Risiko Tsunami tinggi, dengan kapasitas green belt hutan sagunya yang sekaligus sebagai objek eduekowisata Rutong.
Kegiatan Tim SATREPS diakhiri dengan kunjungan yang dilakukan di komunitas Tsunami Ready Negeri Hative Kecil, dengan memberikan masukan guna peningkatan kapasitas masyarakat dan kelompok Tangguh bencana.
Dalam pertemuan tersebut Ketua Kelompok Tangguh Bencana Bapak Toni Chepy dan Sekretaris Negeri Hative kecil menerima baik saran tim untuk dibuatnya tugu peringatan Tsunami tahun I950 dan batas inundasi (batas paling jauh capaian gelombang tsunami) baik di Galala maupun Hative Kecil.
Kunjungan dilanjutkan ke Pelabuhan pelelangan ikan Eri untuk meninjau Stasiun Tidal Gate (alat pengukur ketinggian gelombang Tsunami) milik Badan Informasi Spasial (BIG).
Associate Professor Anawat suppasri sebagai International Research Institute of Disaster Science (IRIDeS) Tohoku University menyatakan bahwa kami telah memulai penelitian ini beberapa tahun lalu, namun ini adalah kesempatan pertama kami melihat langsung Kota Ambon dan masyarakat Ambon. Kami mendengar dan mempelajari apa yg diungkapan oleh pemangku kepentingan dan masyarakat di Ambon. Kami berterima kasih atas kesempatan ini dan berharap kerjasama antara para peneliti dari Jepang-Indonesia dengan pemerintah dan masyarakat Ambon dapat lebih diperkuat ke depan. Kami juga berterima kasih kepada Unpatti dan Pemerintah Kota Ambon yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
Profesor Syamsidik ketua TDMRC/Pusat Penelitian Tsunami Universitas Syiah Kuala Aceh yang terlibat langsung dalam kegiatan desiminasi hasil penelitian awal yang berlangsung sejak 12-14 September juga berharap dapat terus memperkuat kerjasama antara Universitas Syiah Kuala di Aceh dengan Unpatti dan Pemerintah Kota Ambon ke depan dalam kerangka Penanggulangan Bencana.
Pakar tsunami dari Aceh yang sudah berulangkali ke Ambon untuk penelitian Tsunami, berterima kasih kepada semua pihak atas dukungan luar biasa dari masyarakat, akademisi dan pemerintah Kota Ambon atas kegiatan selama beberapa tahun ini.
Kiranya program ini dapat memberikan perubahan paradigma dari penanggulangan bencana ke mitigasi dan kesiapsiagaan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir terutama di pulau-pulau kecil tentang apa yang harus mereka lakukan sedini mungkin sebagai upaya mitigasi bencana terutama bencana gempabumi dan tsunami, karena kejadian bencana pasti berulang tapi kita tidak tahu kapan waktunya (uniformaterianism).
(DR. FERAD PUTURUHU, SP.,MP)







