Rapat Pleno Pengurus Harian DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Senin (1/6), memutuskan Ketua Korbid Kepartaian Richard Rahakbauw memimpin tim investigasi turun ke Aru. (Ist)

Golkar Maluku Kirim Tim Investigasi ke Aru, Richard Rahakbauw Pimpin Langsung

63

AMBON, JejakInfo.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku mengambil langkah serius menyikapi polemik internal yang mencuat di Kabupaten Kepulauan Aru. Partai berlambang pohon beringin itu membentuk tim investigasi khusus yang akan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri persoalan yang tengah menjadi sorotan.

Tim tersebut dipimpin Ketua Koordinator Bidang Kepartaian DPD Golkar Maluku, Richard Rahakbauw. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno pengurus harian DPD Golkar Maluku yang berlangsung di Ambon, Senin (1/6).

Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, mengatakan tim investigasi dibentuk untuk mengumpulkan fakta dan memastikan seluruh informasi yang berkembang dapat diverifikasi secara menyeluruh sebelum partai mengambil keputusan.

"Pak Richard Rahakbauw bersama tim akan turun langsung ke Aru untuk melakukan investigasi," kata Umar.

Langkah itu diambil menyusul laporan yang diterima DPD Golkar Maluku dari sejumlah pengurus di Kabupaten Kepulauan Aru. Laporan tersebut berkaitan dengan persoalan penyewaan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekretariat Partai Golkar di daerah itu.

Menurut Umar, dalam laporan yang diterima, terdapat dugaan tindakan yang dilakukan di luar mekanisme dan keputusan partai terkait status lahan yang disewakan. Persoalan tersebut menyeret nama Ketua DPD Golkar Kabupaten Kepulauan Aru, Lutfi Tunggal.

Meski demikian, Umar memilih berhati-hati dan belum ingin memberikan penilaian ataupun kesimpulan sebelum proses investigasi dilakukan.

"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil sikap. Tim akan turun untuk memastikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi sehingga tidak ada informasi yang simpang siur," ujarnya.

Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi DPD Golkar Maluku dalam menentukan langkah selanjutnya. Seluruh temuan tim akan dilaporkan kepada pimpinan partai untuk dibahas dan diputuskan secara organisasi.

"Untuk persoalan di Aru, kita serahkan sepenuhnya kepada tim. Setelah laporan diterima, baru DPD I akan menentukan langkah berikutnya," tegas Umar.

Dengan turunnya tim investigasi ke Kepulauan Aru, perhatian kini tertuju pada hasil penelusuran yang akan mengungkap duduk persoalan sebenarnya di balik polemik yang tengah mengguncang internal Partai Golkar di daerah tersebut. (ji1)