Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang. (Ist)

Gubernur Angkat Kasrul jadi Jubir Pemprov Maluku

496

JEJAKINFO.ID – Gubernur Hendrik Lewerissa mengangkat Asisten II Setda Kasrul Selang sebagai juru bicara (Jubir) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

"Gubernur telah resmi mengangkat beliau, pak Kasrul sebagai Jubir Pemprov Maluku," ungkap HL kepada awak media, Senin (30/6).

Pengangkatan ini menurut HL penting dilakukan. Bukan karena ada beragam nyinyiran, sindiran atau kritikan dari sekelompok individu atau para pihak diluar. Akan tetapi semata-matabuntuk kepentingan jalannya birokrasi pemerintahan yang transparan dan bertanggungjawab.

Apalagi, kata Hl, Kasrul Selang memiliki kapasitas dan kapabilitas serta rekam jejak yang baik, dengan pernah menjadi Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku dan dikenal sangat dekat dengan insan pers.

Bilamana peran itu dimaksimalkan tentu dapat menjadi jembatan informasi yang baik dari pemerintah provinsi ke publik terkait kebijakan pelayanan publik dan pembangunan masyarakat yang keluar dari Gubernur atau Wakil Gubernur.

"Dengan begitu sebagai Gubernur maupun Wagub akan lebih fokus, konsentrasi pada kerja-kerja strategis, senyap dan tepat untuk mewujudkan visi misi pemerintah melalui Sapta Cita par Maluku pung bae, dengan mensinergikan program pemerintah pusat ke daerah bagi kesejahteraan masyarakat Maluku," ucapnya.

Pengangkatan Kasrul, sebut HL, bukan berarti dirinya dan Wagub tertutup dari publik. Malah sebaliknya dan di setiap kesempatan selalu ditekankan bahwa Hendrik Lewerissa dan Abdullah sebagai pemimpin hari ini di Maluku sangat terbuka dengan saran, kritik dan masukan terkait kebijakan yang diambil.

"Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wagub Abdullah Vanath bukanlah pemimpin yang anti kritik. Kami terbuka dan berterima kasih terhadap pihak manapun yang mengkritik, karena itu bentuk cinta mereka terhadap Maluku. Asalkan kritik itu disertai data dan fakta, serta harus memberi solusi konstruksi dan realistis bukan malah sebaliknya," imbuhnya.

Ia berharap, masyarakat Maluku bersabar dan tidak jumawa dengan kepemimpinan Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath yang baru berjalan seumur jagung.

"Kami berdua sedang bekerja dengan sungguh-sungguh mewujudkan transformasi Maluku lima tahun kedepan. Tentu tidak menafikan sebagai manusia kami miliki kelemahan. Tapi dengan dukungan birokrasi yang kuat dan suport seluruh elemen termasuk masyarakat, kami percaya bisa wujudkan mimpi itu, par Maluku pung bae," ringkasnya. (ji1)