Semarak Pawai Ta'aruf menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah di Kabupaten Kepulauan Aru, Minggu (15/2). (Ist)

Hadiri Pawai Ta’aruf, Bupati Kaidel Titip Pesan Iman dan Persatuan

125

Ambon, JejakInfo.id — Langit Dobo tampak cerah ketika ribuan warga memadati Lapangan Yos Sudarso, Minggu (15/2). Warna-warni atribut dan lantunan salawat mengiringi langkah peserta Semarak Pawai Ta’aruf menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di tengah kemeriahan itu, Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, hadir menyatu bersama masyarakat.

Kegiatan yang digagas oleh Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kabupaten Kepulauan Aru ini menjadi penanda dimulainya rangkaian penyambutan Ramadhan di Bumi Jargaria. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, mulai dari Wakil Bupati Muhamad Djumpa, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para pimpinan OPD, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh elemen yang terlibat. Baginya, pawai ta’aruf bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud syiar Islam yang hidup di tengah masyarakat Aru.

“Ramadhan adalah momentum refleksi dan transformasi spiritual. Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mempererat persaudaraan,” ujar Bupati di hadapan peserta pawai.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi kekuatan sosial di Kepulauan Aru. Menurutnya, semangat Ramadhan harus tercermin dalam sikap saling menghormati, peduli, dan gotong royong.

Sepanjang rute pawai, para pelajar, remaja masjid, dan organisasi keagamaan menampilkan spanduk serta pesan-pesan bernuansa Ramadhan. Sorak gembira anak-anak dan antusiasme warga yang memadati tepi jalan menambah semarak suasana. Pawai berlangsung tertib dan lancar, mencerminkan kekompakan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menguatkan nilai keagamaan dan solidaritas sosial.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga kehidupan yang harmonis dan religius di daerah kepulauan tersebut. (ji3)