-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




JejakInfo.id — Salah satu tokoh Maluku, Hamid Rahayaan mengecam pernyataan tiktoker Senter Maluku.
Hamid menilai tiktoker asal Seram Bagian Timur (SBT) telah menebar fitnah, memaksakan sesuatu yang dinilai melanggar ketentuang perundang-undangan termasuk memprovokasi masyarakat Maluku.
Sebelumnya, lewat pernyataan Tiktoker Senter Maluku seolah memaksakan kehendak Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk memasukan 30 ASN di SBT masuk ke provinsi.
30 ASN itu menurut Tiktoker Senter Maluku merupakan loyalis Wakil Gubernur Abdullah Vanath yang turut memberi andil bagi kemenangan LAWAMENA di Pilkada, 20 November 2024.
"Kita menjunjung tinggi demokrasi dan HAM serta ke bebasan pers, tapi kita anti provokasi dan fitnah yang dapat memecah bela persatuan dan kesatuan di Maluku," kecam Hamid dalam rilis yang diterima JejakInfo.id, Jumat (29/8).
Ia menilai, melecehkan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa termasuk memaksakan kehendak agar menerima 30 orang PNS yang ingin pindah dari SBT ke provinsi, tanpa rekomendasi dari Bupati Fachri Husni Alkatiri iartinya pemaksaan kehendak untuk gubernur melanggar Undang-Undang Pokok Kepegawaian.
"Menuntut gubernur harus melihat kepentingan pribadi mereka sama saja dengan membangun narasi perpecahan di kalangan masyarakat," sebutnya.
Karena itu, Hamid mengingatkan kepada pemilik akun tersebut bahwa tujuan rakyat Maluku memilih gubernur dan wakil gubernur untuk melihat kepentingan seluruh rakyat di 11 kabupaten/kota. Tentunya disesuikan dengan kemampuan keuangan daerah, dan bukan untuk kepentingan kelompoknya wakil Gubernur seperti yang di gembar gemborkan Tiktoker Senter Maluku.
"Saudara harus tau bahwa wakil gubernur itu tugasnya sebagai pembantu gubernur. Jika saudara tidak puas dengan kewenangan yang ada pada wakil gubernur sesuai amanat Undang-Undang saudara menghadap Abdullah Vanath minta mundur dari jabatanya supaya saudara tidak bikin konten yang aneh-aneh yang meresahkan publik," jelasnya.
Selain itu Hamid menegaskan, bahwa banyak orang bekerja keras untuk kemenangan pasangan HL dan AV, namun tidak berharap, apalagi menuntut yang aneh-aneh.
Sebenarnya kalian khususnya masyarakat SBT, pendukung Abdullah Vanath, jangan menuntut terlalu berlebihan karena kalian telah mendapatkan posisi Wagub. Harusnya malu sama masyarakat Maluku lain yang telah bekerja keras untuk kemenangan HL-AV.
Ia menyentil, bahwa publik Maluku juga tahu bahwa Pilkada kemarin Abdullah Vanath kalah di kandang sendiri, SBT. Kemenangan HL-AV pada Pilkada karena faktor Prabowo Subianto.
"Beliau sebagai Ketua Umum Gerindra dan juga selaku Presiden RI. Masyarakat melihat HL sebagai kader Gerindra dan juga kader Prabowo, sehingga menaruh harapan untuk perubahan di Maluku," tegasnya.
Kini HL dalam perjuangan untuk kemajuan Maluku, oleh karena itu masyarakat harus bersabar, sebab baru enam bulan belum bisa kelihatan apalagi peninggalan beban utang dari pemerintahan terdahulu cukup besar menjadi beban untuk pemerintahan saat ini.
"Yakin dan percaya bahwa saatnya Maluku akan keluar dari problem kemiskinan yang penting antara pemerintah dan masyarakat Maluku bahu membahu untuk mencari solusi atas problem yang dihadapi bersama, demi Rakyat dan par Maluku pung bae," pungkas Hamid. (ji2)



