Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M. (Ist)

Harta Disebut Naik Rp15 Miliar, Gubernur HL: “Itu Berita Hoaks, Silakan Buktikan!”

36

Ambon, JejakInfo.id — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa (HL) membantah tegas pemberitaan yang menyebut harta kekayaannya meningkat lebih dari Rp15 miliar dalam waktu kurang dari setahun setelah dirinya menjabat sebagai gubernur.

HL menegaskan, narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Ia meminta masyarakat tidak begitu saja mempercayai informasi yang dinilainya tidak disertai penjelasan utuh mengenai perubahan nilai dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Ini berita hoaks,” tegas HL dalam keterangannya kepada JejakInfo.id, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, sejak menjabat sebagai Gubernur Maluku, kekayaan pribadinya justru tidak bertambah. Bahkan, ia menyebut harta yang dimilikinya cenderung berkurang karena selama ini banyak digunakan untuk membantu masyarakat maupun berbagai lembaga.

HL menjelaskan, laporan harta kekayaan yang menjadi dasar pemberitaan tersebut merupakan laporan perubahan dari LHK sebelumnya. Menurut dia, data awal yang digunakan ketika mengikuti kontestasi Pilkada Maluku 2024 disusun oleh Tim Pemenangan.

Ia menegaskan, bukan berarti seluruh angka yang tercantum dalam laporan terbaru menunjukkan adanya pembelian atau penambahan aset baru setelah dirinya menjadi gubernur.

“Laporan Harta Kekayaan saat ini adalah laporan perubahan terhadap LHK sebelumnya yang dibuat oleh Tim Pemenangan HL waktu maju sebagai Calon Gubernur Maluku 2024,” jelasnya.

HL mengatakan, aset yang sama dapat mengalami perubahan nilai karena adanya perubahan harga pasar. Tanah, misalnya, yang dibeli 10 tahun lalu tentu memiliki nilai berbeda apabila dinilai kembali dengan kondisi harga saat ini.

“Tanah yang dibeli 10 tahun lalu pasti nilainya berubah sekarang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat aset pribadi yang sebenarnya sudah dimiliki jauh sebelum dirinya menjadi Anggota DPR RI maupun Gubernur Maluku. Aset tersebut, kata dia, belum seluruhnya tercantum dalam laporan sebelumnya karena persoalan teknis administratif.

“Tambahan aset pribadi yang sudah ada sebelum menjadi Anggota DPR RI dan Gubernur Maluku karena alasan teknis administratif semata belum dilaporkan,” katanya.

HL memastikan seluruh harta kekayaannya sebagai pejabat negara telah dilaporkan melalui mekanisme resmi.

“Semua harta kekayaan Gubernur HL sebagai pejabat negara telah dilaporkan dan diregistrasi di sistem pelaporan LHKPN KPK RI,” tegasnya.

Tantang Buktikan Ada Aset Baru Setelah Jadi Gubernur: “Jangan Sebarkan Kebencian”

HL bahkan mempersilakan siapa pun membuktikan jika memang terdapat aset pribadi baru yang diperolehnya setelah menjabat sebagai Gubernur Maluku.

“Silakan buktikan harta kekayaan Gubernur HL yang diperoleh setelah menjadi gubernur. Tidak ada tambahan aset pribadi apa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, berbagai fasilitas yang saat ini digunakan dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah merupakan fasilitas milik pemerintah daerah, bukan aset pribadi.

“Yang digunakan saat ini adalah fasilitas aset daerah, rumah dinas, kendaraan dinas dan fasilitas lainnya,” jelas HL.

Pernyataan tersebut disampaikan HL untuk meluruskan persepsi publik yang muncul setelah salah satu media online lokal memberitakan dengan judul, “Fantastis! Di Tengah Efisiensi, Harta Hendrik Lewerissa Disebut Naik Lebih dari Rp15 Miliar.”

Pemberitaan itu membandingkan data LHKPN HL yang dilaporkan pada 28 Agustus 2024, sebelum dirinya dilantik sebagai gubernur, dengan data yang kemudian dipublikasikan GoodStats pada Desember 2025.

Dalam pemberitaan tersebut disebutkan harta Hendrik sebelumnya sekitar Rp2,09 miliar dan kemudian tercatat sekitar Rp17,40 miliar, sehingga muncul selisih sekitar Rp15,31 miliar.

Namun, HL menilai perbandingan angka tersebut tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai adanya penambahan kekayaan pribadi sebesar Rp15 miliar setelah dirinya menjadi gubernur.

Menurutnya, perubahan nilai dalam laporan kekayaan harus dilihat secara menyeluruh, termasuk riwayat kepemilikan aset, perubahan nilai aset dan persoalan administratif dalam pelaporan.

HL juga mengingatkan agar informasi mengenai kekayaan pejabat tidak digunakan untuk membangun tuduhan atau kebencian tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan sebarkan kebencian dan keculasan ke publik tanpa alasan karena akan berakibat hukum jika tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia mengatakan dirinya memahami bahwa sebagai pejabat publik, setiap langkah dan kepemilikannya akan menjadi perhatian masyarakat. Namun, ia meminta kritik maupun informasi yang disampaikan kepada publik tetap berangkat dari data dan fakta yang benar.

HL juga menyinggung perjalanan politiknya yang panjang di Maluku. Ia mengaku telah beberapa kali mengikuti kontestasi politik, mulai dari pencalonan sebagai anggota DPR RI hingga Pilkada Maluku.

“HL adalah politisi yang tidak kaya tapi juga tidak melarat,” katanya.

Menurutnya, keterlibatannya dalam berbagai kontestasi politik tentu membutuhkan kemampuan finansial. Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh kekayaan yang tercatat saat ini diperoleh setelah dirinya menjadi gubernur.

“Pertarungan politik demikian banyak, memangnya modal dengkul? Yang benar sajalah,” ujarnya.

Meski kerap menghadapi kritik, hujatan, cemoohan hingga tudingan, Hendrik menyatakan dirinya memilih untuk tidak membalasnya dengan cara yang sama.

Ia menegaskan, fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas sebagai Gubernur Maluku dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Gubernur HL adalah sosok yang rendah hati dan fokus hanya untuk mengabdi, berbakti dan melayani rakyat dan daerah di Bumi Raja-Raja ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya tidak akan mengubah komitmennya untuk bekerja bagi Maluku.

“Gubernur HL sering dihujat, dicemooh, difitnah dan dihina. Apakah Gubernur HL pernah membalas semua itu? Gubernur HL membalas dengan bekerja untuk kebaikan Maluku,” tegasnya. (ji1)

1 Menyukai postingan ini