HUT RI ke-81 di Aru, Laban Kailei Soroti Nasionalisme yang Mulai Pudar

5

Dobo, JejakInfo.id — Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Aru, sebuah pesan keprihatinan disampaikan dari kalangan pendidikan. Rasa nasionalisme masyarakat, terutama generasi muda, dinilai mulai menunjukkan gejala memudar.

Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Laban Kailei, S.Pd., meminta persoalan tersebut tidak dipandang sebelah mata. Menurutnya, usia kemerdekaan yang telah mencapai 81 tahun justru harus menjadi momentum untuk kembali meneguhkan kecintaan terhadap bangsa, bukan sekadar merayakannya melalui kegiatan seremonial.

Pernyataan itu disampaikan Kailei saat memberikan pandangan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Dobo. Ia menyambut baik pelaksanaan upacara yang melibatkan dua satuan pendidikan, yakni SMP Negeri 1 Dobo dan SMP Negeri 17 Dobo.

Menurut Kailei, keterlibatan sekolah dalam peringatan kemerdekaan merupakan langkah penting untuk menanamkan nilai kebangsaan kepada peserta didik sejak dini. Namun, semangat tersebut tidak boleh berhenti ketika upacara selesai dan bendera Merah Putih diturunkan.

“Selaku kepala bidang kami menyambut baik upacara yang dilakukan oleh dua satuan pendidikan ini, yaitu SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 17 Dobo. Semangat kemerdekaan jangan hanya terlihat saat perayaan HUT RI. Rasa nasionalisme harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, melalui kepedulian, gotong royong, menjaga persatuan dan turut membangun daerah,” ujar Kailei.

Ia menilai perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Kemudahan memperoleh berbagai informasi, menurutnya, harus diimbangi dengan pemahaman sejarah dan nilai-nilai kebangsaan.

Jangan sampai kemajuan zaman justru membuat anak-anak muda semakin jauh dari sejarah perjuangan bangsa.

Kailei menegaskan, Pancasila, semangat persatuan, penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus ditanamkan melalui lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Ia bahkan mengingatkan bahwa persoalan nasionalisme harus menjadi perhatian bersama, termasuk pemerintah dan dunia pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kailei menyebut ada dua hal penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama, peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak yang tersebar di 28 satuan pendidikan. Kedua, membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik agar memiliki semangat kebangsaan yang kuat.

“Sebagai pimpinan dalam upacara kami hanya menyampaikan dua poin. Yang pertama peningkatan kualitas layanan bagi anak-anak di 28 satuan pendidikan, dan yang kedua terkait bagaimana memotivasi pendidik, tenaga pendidikan serta peserta didik tentang nasionalisme. Kendati kita sudah berusia 81 tahun, tetapi sepertinya nasionalisme kita mulai pudar. Hal ini mestinya menjadi perhatian pemerintah,” tegasnya.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah. Kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga dan diisi dengan sesuatu yang bermanfaat.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Kepulauan Aru menjadikan HUT ke-81 RI sebagai titik untuk memperkuat kembali kebersamaan. Gotong royong, kepedulian sosial, toleransi dan partisipasi dalam pembangunan harus menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air.

Nasionalisme, kata Kailei, tidak selalu harus ditunjukkan melalui kata-kata besar.

Menjaga lingkungan, menghormati sesama, belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, membantu masyarakat yang membutuhkan dan ikut membangun daerah juga merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan.

Ia berharap generasi muda Aru tidak kehilangan identitas di tengah derasnya perubahan zaman. Sebaliknya, mereka harus tumbuh menjadi generasi yang memahami sejarah, bangga terhadap bangsanya dan memiliki keberanian untuk mengambil peran dalam menentukan masa depan daerah.

“Jangan sampai generasi muda kehilangan identitas dan rasa cinta terhadap bangsa sendiri. Kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan harus kita jaga dan isi dengan hal-hal positif,” katanya.

Pesan tersebut menjadi catatan penting di tengah semarak HUT ke-81 RI di Kepulauan Aru. Sebab, kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar tidak cukup hanya dikenang setahun sekali.

Kemerdekaan harus hidup dalam perilaku masyarakat. Dan ketika rasa nasionalisme mulai dipertanyakan, sekolah menjadi salah satu tempat terpenting untuk kembali menyalakan api kebangsaan itu—dari ruang kelas, dari guru, dari peserta didik, hingga akhirnya tumbuh menjadi kesadaran bersama di tengah masyarakat.

Kailei berharap semarak peringatan HUT ke-81 RI di Kepulauan Aru tidak berakhir setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan diharapkan mampu membangkitkan kembali rasa cinta tanah air, mempererat persaudaraan serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama membangun Kepulauan Aru dan Indonesia. (ji3)

1 Menyukai postingan ini