-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra Maluku. Jandri Tuhumury resmi menyelesaikan pendidikan Magister Pertahanan pada Program Studi Damai dan Resolusi Konflik di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Yang membuat pencapaian ini semakin berarti, Jandri tidak sekadar mengejar gelar akademik. Ia membawa persoalan tanah kelahirannya ke ruang penelitian dengan mengangkat Pela Gandong sebagai kekuatan budaya yang dapat menjadi fondasi bagi terciptanya perdamaian di Maluku.
Melalui penelitian yang dilakukannya, Jandri mengkaji bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pela Gandong dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, khususnya di Kota Ambon.
Gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap bentrokan antarpemuda yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, upaya membangun perdamaian tidak cukup hanya dilakukan ketika konflik telah pecah. Nilai-nilai perdamaian harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan.
“Kearifan lokal seperti Pela Gandong memiliki nilai-nilai luhur tentang persaudaraan, saling menghormati, dan kebersamaan yang kuat. Integrasi nilai-nilai ini ke dalam pendidikan formal dapat menumbuhkan budaya perdamaian sejak dini pada generasi muda,” ujar Jandri.
Baginya, Pela Gandong bukan sekadar warisan budaya. Di dalamnya terdapat pesan kuat tentang persaudaraan dan kehidupan bersama yang relevan untuk menjawab tantangan generasi muda Maluku saat ini.
Pencapaian Jandri mendapat apresiasi dari Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., Dekan Fakultas Keamanan Nasional Unhan RI yang juga pernah menjabat sebagai Kasdam XV/Pattimura.
Nefra menilai keberhasilan Jandri merupakan bukti bahwa anak muda Maluku memiliki semangat belajar dan perjuangan yang tinggi.
“Saya sangat bangga dengan pencapaian Jandri Tuhumury. Ia adalah contoh anak muda Maluku yang memiliki semangat juang belajar yang tinggi,” kata Nefra.
Ia berharap ilmu dan gelar yang telah diraih Jandri tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk pengabdian nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap ilmu dan gelar yang diraihnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Maluku dan Kota Ambon secara khusus,” ujarnya.
Di balik keberhasilannya meraih gelar magister, Jandri juga menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diperolehnya untuk menempuh pendidikan di Unhan RI melalui beasiswa penuh.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Menteri Pertahanan, serta Rektor Unhan RI yang telah memberikan kesempatan tersebut.
“Saya berterima kasih atas dukungan dan kesempatan ini. Semoga kelak semakin banyak anak muda Maluku yang tertarik meniti perjuangan dalam mencari ilmu di Unhan,” tutur Jandri.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan, Jandri membawa pulang bukan hanya gelar akademik, tetapi juga sebuah gagasan untuk tanah kelahirannya.
Ia berharap nilai-nilai Pela Gandong dapat kembali mendapat ruang yang kuat dalam kehidupan generasi muda. Sebab, bagi Jandri, membangun Maluku yang aman dan damai harus dimulai dari hal yang paling dekat: menanamkan persaudaraan sejak di bangku sekolah.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kearifan lokal bukan sekadar peninggalan masa lalu. Jika dirawat dan diterjemahkan dalam kehidupan masa kini, nilai-nilai budaya dapat menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan merawat perdamaian di Maluku. (ji2)



