-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id – Keindahan pantai dan laut di Kepulauan Kei memang selalu memikat. Hamparan pasir putih, air laut sebening kristal, hingga gugusan pulau eksotis menjadikan Maluku Tenggara sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di timur Indonesia. Namun di balik pesona itu, alam juga tengah menunjukkan wajah yang berbeda.
Cuaca ekstrem yang beberapa waktu terakhir melanda wilayah Kepulauan Kei membuat Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meminta seluruh wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan faktor keselamatan.
Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), pemerintah daerah mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata, terutama di kawasan pantai, laut, dan pulau-pulau kecil yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor E. Budhi Toffy, mengatakan imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah peristiwa akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, termasuk insiden yang merenggut nyawa dua personel aparat saat bertugas.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya dua sahabat dari TNI dan Polri. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Victor, Selasa (23/6).
Victor menegaskan, kondisi alam yang tidak menentu menuntut semua pihak untuk lebih berhati-hati. Menurutnya, menikmati keindahan alam tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keselamatan diri.
“Cuaca di Kepulauan Kei saat ini cukup ekstrem. Jangan memaksakan diri untuk berwisata apabila kondisi alam tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Disparbud Maluku Tenggara menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menekan risiko di kawasan wisata.
Langkah pertama adalah memastikan wisatawan selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan kondisi cuaca, terutama untuk aktivitas wisata bahari, kini menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Langkah kedua ditujukan kepada para pengelola objek wisata. Mereka diminta lebih aktif membaca potensi risiko dan mengingatkan pengunjung agar tidak mengambil tindakan berbahaya.
Victor secara khusus menyoroti kebiasaan wisatawan yang kerap mengutamakan dokumentasi demi konten media sosial tanpa mempertimbangkan keselamatan.
“Keinginan mendapatkan foto terbaik tidak boleh mengalahkan keselamatan diri. Jangan mengambil risiko hanya demi konten atau dokumentasi,” katanya.
Langkah ketiga menekankan pentingnya perlengkapan keselamatan. Wisatawan yang melakukan aktivitas berisiko wajib memastikan diri menggunakan perlengkapan yang memadai, sementara pengelola destinasi diminta menyiapkan sarana keselamatan secara optimal.
Sementara itu, langkah keempat adalah turun langsung ke lapangan. Dalam beberapa hari ke depan, Disparbud Maluku Tenggara akan mengunjungi sejumlah destinasi wisata untuk memastikan seluruh prosedur mitigasi benar-benar dipahami dan dijalankan.
“Dalam beberapa hari ke depan kami akan turun langsung ke sejumlah daya tarik wisata untuk memastikan langkah-langkah mitigasi keselamatan dipahami dan diterapkan dengan baik,” jelasnya.
Tak hanya itu, Disparbud Maluku Tenggara juga terus memperkuat koordinasi dengan BMKG guna mendapatkan pembaruan informasi cuaca secara berkala.
Informasi tersebut nantinya akan disebarluaskan setiap hari melalui kanal media sosial resmi dinas sebagai rujukan bagi masyarakat, pelaku usaha wisata, pemandu, hingga wisatawan.
Victor menambahkan, saat kondisi cuaca kurang bersahabat, wisatawan sebenarnya tetap memiliki banyak pilihan destinasi aman untuk dikunjungi di Maluku Tenggara.
Menurutnya, daerah ini tidak hanya menawarkan wisata bahari, tetapi juga kaya akan destinasi darat, nilai sejarah, dan budaya yang tak kalah menarik.
Budaya Larvul Ngabal, misalnya, menjadi salah satu kekayaan lokal yang memiliki nilai edukasi tinggi sekaligus menawarkan pengalaman wisata yang berbeda.
“Maluku Tenggara tidak hanya dikenal karena pantai dan lautnya yang indah. Kita juga memiliki wisata darat serta kekayaan budaya Larvul Ngabal yang menarik, edukatif, dan relatif lebih aman untuk dikunjungi saat kondisi cuaca kurang baik,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Victor mengajak semua pihak untuk membangun budaya wisata yang lebih bertanggung jawab, dengan menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama.
“Mari kita menjaga diri, memperhatikan tanda-tanda alam, mematuhi setiap peringatan cuaca, dan berwisata secara bijak di Bumi Larvul Ngabal. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi prioritas di atas segalanya,” tutupnya. (ji4)




