-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Setelah lama dinanti warga pesisir, KMP Maluku Indah 01 akhirnya kembali menggarap laut Maluku. Kapal milik Pemerintah Provinsi Maluku itu kini resmi melayani rute Hitu–Luhu setiap hari, menjadi jawaban nyata direksi PD Panca Karya yang baru atas harapan Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath dalam program Sapta Cita Lawamena.
Pelayaran perdana berlangsung Rabu pagi (25/11) dari Pelabuhan Huseka’a Hitu menuju Luhu. Suasana haru sekaligus antusias terasa sejak tali diberangkatkan. Jajaran manajemen PD Panca Karya hadir lengkap memastikan operasi perdana berjalan mulus dan aman.
Direktur Utama PD Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, menyebut peluncuran ini sebagai “bukti paling konkret” bahwa pemerintah hadir melayani.
“Jalur Hitu–Luhu adalah prioritas Pak Gubernur. Hari ini, janji itu tidak hanya diucapkan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Meski mengakui kondisi dermaga dan infrastruktur darat masih jauh dari ideal, Tualeka menegaskan pihaknya berkewajiban memperbaiki layanan secara bertahap.
“Yang penting pemerintah hadir dulu memberi jalan keluar. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Raja Hitu agar layanan kapal bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran KMP Maluku Indah 01, dan sebentar lagi KMP Bahtera Nusantara bagian dari komitmen PD Panca Karya menyiapkan armada laut menyambut Natal dan Tahun Baru, serta bulan Suci Ramadhan.
Kapal Mini, Manfaat Besar
Disebut-sebut sebagai versi mini Bahtera Nusantara 02, KMP Maluku Indah 01 dirancang untuk lintasan keperintisan antarwilayah. Kapasitasnya memadai: 80 penumpang dan 50 sepeda motor. Waktu tempuh Hitu–Luhu sekitar 2,5 jam sekali jalan dengan jadwal keberangkatan pukul 09.00 WIT dari Hitu dan 14.00 WIT dari Luhu.
Fasilitas ber-AC dan ruang penumpang yang nyaman langsung mencuri perhatian warga, terutama mereka yang selama ini bergantung pada speedboat kecil dan sering harus berdesakan.
“Katong seng perlu rebutan tempat lagi. Nyaman, full AC. Senang sekali karena kapal ini betul-betul bantu katong,” kata Dela, warga Luhu Lama, yang ikut dalam pelayaran perdana.
Ia berharap layanan tidak putus lagi seperti sebelumnya. “Semoga tetap jalan terus supaya masyarakat Hitu-Luhu tidak susah lagi,” ucap Dela penuh harap.
Warga lain juga sepakat: kapal ini membawa harapan baru bagi mobilitas, ekonomi, hingga akses layanan dasar masyarakat dua wilayah tersebut.
Pekerjaan Rumah Masih Panjang
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat, tidak menutup mata bahwa infrastruktur penyeberangan masih jauh dari kata layak.
“KMP Maluku Indah 01 masih pakai pelabuhan laut biasa, belum pelabuhan penyeberangan. Di Luhu rencananya sudah ada, hanya menunggu anggaran. Sementara studi untuk Wakal sudah rampung,” jelasnya.
Jika fasilitas penyeberangan selesai dibangun, jalur Hitu–Luhu diproyeksikan menjadi salah satu koridor strategis untuk menekan disparitas harga serta memperlancar arus barang dan mobilitas masyarakat.
Usai meninjau operasi perdana MI 01, manajemen PD Panca Karya bergerak menuju Pelabuhan Talake, Nusaniwe, mengecek kesiapan KMP Bahtera Nusantara yang baru selesai docking dan siap melayani rute Ambon–Banda–Tual.
Dengan beroperasinya dua armada ini, masyarakat Maluku dipastikan memiliki pilihan transportasi laut yang lebih layak dan nyaman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
KMP Maluku Indah 01 mungkin hanya kapal berkapasitas kecil, namun bagi warga Hitu dan Luhu, ia adalah kapal besar yang membawa janji pemerintah, kini akhirnya berlayar.
Selain Dirut dan Kadishub Maluku, turut hadir dan menyaksikan pelayaran perdana KMP MI 01, Ketua Dewan Pengawas Johny Wattimena dan anggota dewas Oyang Orlando Petrusz, Direktur Operasional Ongen Goo, Direktur Keuangan Maya Beatriecs Kailola, Kepala Unit Usaha Cornelis Pattinama dan staf PD Panca Karya. (ji1)





