-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




TIAKUR, JEJAKINFO.ID - Anggota DPRD Kabupaten MBD periode 2024-2029, Winnetou Akse alias Koko Akse resmi dilaporkan ke DPD NasDem setempat oleh Pimpinan DPC NasDem Babar Timur, Rabu (4/12/2024).
Laporan dilayangkan atas Dugaan Pelanggaran Tindakan Asusila yang dilakukan Koko Akse dengan istri orang inisial RU asal Desa Wakpapapi, Kecamatan Babar Timur.
Dalam isi surat laporan Nomor:04-DE/NasDem MBD/I/2024 yang ditandatangani Jonias Lakburlawal selaku Ketua dan Davida Uniwali selaku Sekretaris diungkapkan, bahwa dugaan perselingkuhan Koko Akse dengan Wanita Idaman Lain (WIL) yanga dalah istri orang bukan hanya melanggar norma hukum dan moral, tetapi juga mencoreng nama baik Partai NasDem serta institusi DPRD.
Untuk itu, DPC NasDem Babar Timur meminta, DPD NasDem MBD menindaklanjuti laporan dengan melakukan investigasi, menegakan disiplin partai sesuai AD/ART dsn peraturan partai lainnya serta memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku jika terbukti.
Koko Akse yang dikonfirmasi media ini, Minggu (22/12/2024) perihal laporan tersebut menyampaikan akan memberikan keterangan pada sore nanti. Namun hingga berita ini tayang, Koko Akse tidak memberikan keterangan lanjutan.
"Oke, nanti sore baru telpon jua e," kata Koko Akse via messenger.
Hal yang sama juga dilakukan Sekretaris DPD NasDem MBD, Ricko Yotetimera. Ia enggan merespon media ini, meski bukti surat dan kronologi kasus sudah disampaikan kepadanya via whatsapp.
Sebelumnya diberitakan, aksi perselingkuhan Koko Akse dengan RU memicu reaksi warga Desa Wakpapapi. Sebagai bentuk luapan emosi masyarakat kemudian melakukan penghancuran terhadap posko dan rumah milik Koko Akse.
Tak hanya sampai disitu masyarakat juga melakukan tindakan “toki blek”. Sebuah kebudayaan masyarakat setempat dengan mengumumkan kepada semua orang dengan keliling desa dan berteriak dengan bahasa daerah yang intinya sedang terjadi kasus konde terhadap saudara perempuannya.
"Hubungan terlarang ini dilakukan tiap malam di desa tersebut," kata Yopi Unitly seperti dikutip akun facebook Wasmi Semi di group Teropong MBD.
Kata dia, pihak keluarga korban sangat terpukul dengan hal itu. Bahkan suami korban ketika mengetahui kejadian ini berjuang menuntut keadilan terhadap pelaku.
"Katong tidak tutup mata. Sebagai orang basudara dalam negeri ini sudah menjadi tanggung jawab katong untuk menuntut keadilan par katong pung sudara perempuan, juga par katong negeri pung nama baik," tegasnya.
Masyarakat, lanjutnya, menyesal memilih Koko Akse sebagai wakil rakyat. Apalagi ia sebagai pemenang di Wakpapapi.
"Sebagai wakil rakyat harusnya menjadi teladan par masyarakat, bukan malah menjadi pembuat masalah. Katong tuntut Koko Akse dipecat sebagai Anggota DPRD MBD," tandasnya. (*)



