Dirresnarkoba Polda Maluku, Kombes Pol Heri Budianto. (Ist)

Kombes Heri Akui Penggerebekan Narkoba di Gedung Putih Pasar Mardika

266

JejakInfo.id – Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Kombes Pol Heri Budianto mengakui adanya penggerebekan Narkoba di Gedung Putih, Pasar Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Senin (13/10), dini hari sekira Pukul 13.31 WIT.

Menurut Kombes Heri, telah terjadi kegiatan penindakan dugaan kasus penyalahgunaan Narkotika oleh Subdit I Ditresnarkoba Polda Maluku pada hari ini, Senin, tanggal 13 Oktober 2025 sekitar Pukul 02.45  WIT.

Lokasi operasi atau penindakan, sebut Kombes Heri, bertempat di Jalan Pantai Mardika, Gedung Putih, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Pada saat dilakukan penindakan terhadap lokasi dugaan terjadinya penyalahgunaan Narkotika, papar Kombes Heri, berawal dari informasi Ipda Frans Olla yang disampaikan kepada perwira Ditreskrim Narkoba Polda Maluku, kemudian mengecek informasi tersebut dan selanjutnya melakukan operasi di TKP. 

Setelah dilakukan pengecekan pada TKP, akuinya, ditemukan 2 alat hisap (bong) dan 1 pipet kaca yang diduga berisi residu Narkotika jenis Sabu beserta uang sebesar Rp500.000 yang diduga milik penyalahguna Narkotika yang sudah melarikan diri sebelum Tim Opsnal sampai di TKP. Kemudian Tim Opsnal mengamankan barang bukti ke Mako Ditresnarkoba.

"Barang bukti yang disita 2 alat hisap (bong), 1 buah pipet kaca, dan uang sebesar Rp500.000," singkatnya.

Perihal, barang bukti motor dan ID Card petugas terminal yang diamankan saat operasi, Kombes Heri enggan berkomentar lebih jauh.

"Sebentar, saya cek lagi kebenarannya, karena yang dilaporkan anggota kita tidak ada barang bukti motor dan id," singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, personil Tim Gakkum Polda Maluku melakukan penggerebekan terhadap beberapa oknum Juru Parkir (Jukir) dan penjaga toilet gedung baru Pasar Mardika, Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku.

Peristiwa ini terjadi sehari menjelang kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Informasi yang diterima JejakInfo.id, peristiwa penggerebekan terjadi sekira Pukul 01.31 WIT, Senin (13/10), dini hari, dimana personil Tim Gakkum Polda Maluku yang berjumlah 13 orang sementara bertugas di Pasar Mardika.

Melihat gerak gerik beberapa pemuda yang diduga petugas pengelola parkir dan toilet asal CV Kibas Halawan, yang dimiliki Husnaini Marasabessy, orang kepercayaan Sam Atamimi, ponakan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath.

Mencurigai aksi mereka, salah satu petugas Gakkum Polda Maluku langsung melakukan penyergapan. Karena sendiri, ia tidak mampu melawan jumlah para pelaku yang lebih dari satu. 

Adu mulut tak terhindari, berujung terjadi perkelahian antara para pelaku dan petugas. Alhasil, mereka, para pelaku, berhasil kabur. Sayangnya, barang bukti yang ditinggalkan berhasil diamankan petugas.

Indentitas pelaku yang berhasil dikantongi lewat tanda pengenal inisial AU, yang adalah anggota Tim Transisi Penataan Pasar Mardika yang dibentuk oleh mantan Plh Kadis Perindag Ahmad Jays Ely dan salah satu petugas parkiran berinisial MT. 

Selain itu, para pelaku yang telah kabur juga meninggalkan kendaraan pribadi roda dua merk Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi DE 6255 NJ dan ID Card.

Namun motor yang masih berada di TKP diduga milik komplotan berhasil diambil dengan kunci serep. Sebab kunci motor, menurut informasi berhasil disita petugas.

Alat isap Sabu-Sabu, satu buah handphone, empat buah korek api gas, dan uang pecahan Rp50 ribu, Rp10 ribu dan Rp5 ribu beberapa lembar.

Barang bukti berupa uang pecahan itu merupakan hasil pungutan parkiran dan toilet yang diduga dipakai untuk membeli Narkotika jenis Sabu-Sabu.

Petugas masih menyelidiki keberadaan para pelaku dari indentitas yang ditemukan, baik barang bukti maupun rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang berada di ruang kontrol gedung baru Pasar Mardika. 

Ironisnya, insiden ini terjadi di depan pos jaga anggota Kodim 1504, yang malam itu bertugas menjaga Serka AS.

Sementara itu, informasi yang diterima lokasi gedung baru Pasar Mardika, selain lokasi pesta Narkoba, juga sering dijadikan tempat perjudian dan prostitusi.

Atas insiden ini, maka butuh keseriusan dan tindakan tegas dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Pasalnya, kejadian-kejadian seperti ini sering terjadi di lokasi dan areal gedung baru Pasar Mardika. (tim)