-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Mesin politik PDI Perjuangan di Maluku mulai dipanaskan. Menjelang agenda-agenda politik ke depan, partai berlambang banteng moncong putih itu kini bergerak cepat memperkuat barisan hingga ke level kecamatan.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan resmi menggelar konsolidasi organisasi melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di berbagai wilayah di Provinsi Maluku. Agenda ini menjadi bagian penting dari restrukturisasi organisasi untuk memperkuat soliditas partai dari akar rumput.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun, menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan langkah strategis untuk memastikan mesin partai tetap solid, disiplin, dan siap menghadapi berbagai dinamika politik nasional.
“Kita sedang membangun kekuatan partai secara serius. Ini bukan sekadar agenda seremonial. Konsolidasi ini untuk memastikan struktur partai bekerja, bergerak, dan benar-benar hadir di tengah rakyat,” tegas politisi yang akrab disapa BGW itu kepada JejakInfo.id, Minggu (21/6).
BGW baru saja menyelesaikan rangkaian konsolidasi di dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yakni Tanimbar Utara dan Fordata, Jumat (19/6). Di waktu yang sama, Musancab juga digelar serentak di sejumlah wilayah lain seperti Kairatu, Kairatu Barat, Inamosol, Amalatu, Elpaputih, hingga beberapa kecamatan di Maluku Tengah, termasuk TNS, Kota Masohi, dan Amahai.
Menurut BGW, penguatan struktur partai harus dibangun di atas fondasi organisasi yang kokoh. Karena itu, ia mengingatkan seluruh kader tentang pentingnya menjalankan lima pilar utama yang menjadi arah konsolidasi partai.
Lima pilar tersebut adalah mantap ideologi, mantap kader, mantap organisasi, mantap program, dan mantap sumber daya.
Kelima prinsip ini, kata BGW, menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh kader tetap bergerak dalam satu garis perjuangan partai.
“Lima mantap ini harus menjadi pegangan seluruh kader. Dengan itu, kita membangun partai yang disiplin, kuat secara ideologi, dan konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan, konsolidasi ini juga menjadi respons terhadap dinamika politik nasional yang terus bergerak. Karena itu, partai harus selalu siap beradaptasi tanpa kehilangan arah perjuangan.
Dalam kunjungannya ke Kepulauan Tanimbar, BGW didampingi Bendahara DPD, Andre Taborat, Wakil Sekretaris Internal Darma Angurmase, Ketua DPC setempat Jidon Kelmanutu, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran mereka disambut antusias ratusan kader yang memadati lokasi kegiatan.
BGW bahkan memastikan dirinya akan turun langsung ke Kecamatan Wuarlabobar, wilayah yang menurutnya belum pernah dikunjungi pimpinan partai tingkat provinsi.
“Saya ingin hadir langsung di sana. Kita ingin memastikan seluruh wilayah, termasuk yang jauh sekalipun, merasakan kehadiran partai,” katanya.
Bagi BGW, kehadiran pimpinan partai hingga ke kecamatan bukan sekadar simbolik. Ia ingin memastikan bahwa PDI Perjuangan terus menancapkan perannya sebagai partai yang menyatu dengan rakyat.
Usai pembentukan struktur di tingkat kecamatan, fokus berikutnya adalah pembentukan ranting di seluruh desa dan kelurahan di Maluku. Targetnya tidak main-main: 1.200 ranting di 1.200 desa serta 35 kelurahan yang tersebar di 119 kecamatan.
Target besar ini diyakini menjadi fondasi penting untuk memperkuat basis partai sekaligus memperluas pendidikan politik kepada masyarakat.
BGW menegaskan, disiplin kader menjadi kunci utama dalam menjaga marwah partai. Setiap kader, katanya, harus selalu bergerak sesuai konstitusi partai dan terus memperkuat kerja-kerja advokasi bagi kepentingan rakyat.
“Jejak perjuangan partai adalah membela rakyat. Itu yang harus terus hidup dalam setiap gerakan kader, dari tingkat atas sampai ke akar rumput,” tandasnya.
Rangkaian konsolidasi akan terus berlanjut. Besok, Musancab dijadwalkan berlangsung di wilayah Seram Selatan, tepatnya Kecamatan Tehoru dan Teluti. Sementara di Seram Bagian Barat, masih tersisa beberapa wilayah yang akan segera dikonsolidasikan, yakni Huamual, Huamual Belakang, Taniwel, dan Taniwel Timur. (ji2)


