Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Ambon menutup tahun 2025 dengan Apel Akbar dan latihan massal yang melibatkan seluruh perguruan karate, Sabtu (20/12), pagi. Turut hadir Ketua Forki Maluku yang juga Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. (Ist)

Lapangan Merdeka Bergemuruh: Latihan Akhir Tahun Forki Ambon Jadi Panggung Konsolidasi Karate Maluku

204

Ambon, JejakInfo.id — Lapangan Merdeka, Sabtu (20/12), pagi itu, tidak sekadar menjadi arena latihan. Derap langkah para karateka, teriakan komando, dan semangat kebersamaan menjelma menjadi penanda kuat bahwa karate di Kota Ambon sedang menguatkan barisan.

Federasi Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Ambon menutup tahun 2025 dengan Apel Akbar dan latihan massal yang melibatkan seluruh perguruan karate. Para sinshei, senpai, hingga karateka dari berbagai aliran tumpah ruah, menyatu dalam satu semangat: konsolidasi dan prestasi.

Kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang juga Ketua Pengprov Forki Maluku memberi bobot tersendiri pada kegiatan ini. Bukan sekadar hadir, Lewerissa ikut menyatu di tengah barisan, menyaksikan langsung denyut kehidupan karate di ibu kota provinsi.

“Ini bukan hanya latihan akhir tahun,” ujar Lewerissa di sela kegiatan. “Ini momentum penting untuk menyatukan seluruh perguruan karate di Kota Ambon,” sambungnya.

Nada apresiasi mengalir tegas dari orang nomor satu di Maluku itu. Ia menilai langkah Forki Kota Ambon sebagai upaya nyata merajut kebersamaan sekaligus membangun fondasi prestasi. Sebagai salah satu cabang olahraga prioritas KONI Maluku, karate, menurutnya, akan terus mendapat dukungan.

“Kami akan mendukung dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan karate, sebagaimana cabang olahraga lain. Apalagi dalam beberapa bulan terakhir, atlet-atlet Maluku mencatat prestasi di tingkat nasional hingga internasional,” katanya, menyebut karate sejajar dengan atletik, kempo, pencak silat, dan cabor lainnya yang tengah bersinar.

Ketua Forki Kota Ambon, Agust Ririmasse, tak menyembunyikan rasa bangganya. Bagi dia, latihan akbar ini bukan seremoni penutup tahun, melainkan awal dari tradisi yang akan terus dirawat.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang juga Ketua Forki Maluku karena telah hadir dan ikut berlatih bersama kami,” kata Ririmasse. 

Ia juga menyebut Plt Sekda Maluku Kasrul Selang, para senior, dan seluruh perguruan yang terlibat.

“Insyaallah, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda tahunan Forki Kota Ambon,” tegasnya, disambut seruan osh dari para karateka.

Semangat kebersamaan itu diamini Ketua Inkado Kota Ambon, Rahman Talaohu. Menurutnya, latihan lintas perguruan adalah kunci mempererat ikatan dan mengikis sekat-sekat lama.

“Kalau bisa, kegiatan seperti ini dilakukan rutin, bahkan dua bulan sekali. Supaya karateka dari berbagai perguruan saling mengenal dan merasa satu keluarga,” ujarnya.

Puncak kegiatan pun berlangsung meriah. Sebuah laga eksebisi mempertemukan Agust Ririmasse dan Kasrul Selang. Duel persahabatan itu menyedot perhatian peserta, menghadirkan ketegangan sekaligus gelak tawa. Tak ada pemenang, tak ada yang kalah. Pertandingan berakhir imbang, seolah menegaskan pesan utama hari itu: kebersamaan lebih penting dari sekadar skor.

Di bawah langit Ambon yang cerah, Forki Kota Ambon menutup tahun dengan kepala tegak. Karate bukan hanya tentang teknik dan tanding, tetapi tentang persaudaraan, disiplin, dan tekad bersama menatap prestasi yang lebih tinggi. (ji3)