-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Liga Kampung U17 Soekarno Cup bukan sekadar turnamen sepak bola usia muda. Ajang ini menjadi panggung pencarian talenta terbaik Maluku yang dipersiapkan untuk tampil di level nasional.
Soekarno Cup Liga Kampung U17 Zona I resmi berakhir. Kabaressy FC tampil sebagai kampiun usai menaklukkan Tawiri FC dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga final yang berlangsung sengit dan penuh semangat juang.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka. Jual beli serangan tak terhindarkan, membuat pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Kabaressy FC lebih dulu memecah kebuntuan lewat aksi gemilang Frenko Pelupessy pada babak pertama. Tendangan kerasnya gagal dibendung penjaga gawang Tawiri FC dan membawa Kabaressy unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Tawiri FC mencoba bangkit. Mereka tampil lebih agresif dan mendominasi penguasaan bola demi mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya lini pertahanan Kabaressy FC membuat setiap peluang gagal berbuah gol.
Di tengah tekanan lawan, Kabaressy FC justru mampu memperbesar keunggulan. Memanfaatkan umpan matang dari rekannya, M. Irfan Lestaluhu melepaskan tembakan tajam yang kembali merobek gawang Tawiri FC. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil itu memastikan Kabaressy FC keluar sebagai juara pertama Zona I. Tawiri FC harus puas di posisi runner-up, sementara Matawaru FC menempati peringkat ketiga.
Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur George Watubun (BGW), mengatakan berakhirnya pertandingan di Zona Pulau Ambon menjadi langkah awal lahirnya pemain-pemain muda potensial dari Maluku.
“Dari kompetisi seperti inilah akan lahir talenta-talenta muda berbakat asal Maluku. PDI Perjuangan hanya menjadi wadah untuk memfasilitasi minat dan bakat generasi muda,” ujar BGW.
Ia menjelaskan, pertandingan final untuk Zona Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur akan digelar dalam waktu dekat. Sementara partai puncak sekaligus penutupan Soekarno Cup Liga Kampung U17 dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, di Lapangan Nusantara, Kota Masohi.
BGW juga menegaskan bahwa para pemain terbaik dari turnamen ini nantinya akan diseleksi untuk tampil di ajang Liga Nasional di Jawa Timur bersama tim-tim dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami berharap event seperti ini terus berlanjut agar minat dan bakat generasi muda Maluku di dunia sepak bola semakin berkembang,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan apresiasi kepada PDI Perjuangan Maluku atas penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ruang pemersatu masyarakat.
“Sepak bola adalah olahraga yang mempersatukan dan menjadi wadah silaturahmi bagi semua elemen masyarakat,” ungkap Wattimena.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon melalui KONI terus berupaya membenahi sektor olahraga dan membuka ruang seluas-luasnya bagi para atlet muda untuk berkembang dan mengharumkan nama daerah.
Wattimena optimistis, jika kompetisi usia muda seperti Liga Kampung terus digelar secara konsisten, maka Maluku akan melahirkan banyak pemain berbakat yang mampu menembus kompetisi profesional di Tanah Air.
Ketua Panitia Liga U17 Provinsi Maluku, Alhidayat Wadjo, mengatakan kompetisi tersebut digelar dengan tujuan besar, yakni menjaring pemain-pemain muda berbakat yang nantinya akan dibentuk dalam satu tim untuk berlaga pada Soekarno Cup tingkat nasional di Jawa Timur, pada 28 Juli hingga 8 Agustus 2026.
“Liga Kampung U17 ini menjadi wadah untuk mencari bakat-bakat muda terbaik Maluku agar bisa bersaing di tingkat nasional,” ujar Wadjo.
Semangat serupa juga disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw. Ia mengaku bangga karena PDI Perjuangan mampu menghadirkan kompetisi yang membuka jalan bagi lahirnya pesepak bola profesional dari Kota Ambon dan Maluku secara umum.
“Atas nama DPC, kami bangga karena event ini benar-benar menjadi ruang pencarian bibit-bibit pesepak bola profesional. Ini bukan kegiatan yang berhenti sampai di sini saja, tetapi ke depan akan terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Zona I, Muhamad Aris Soulisa, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pertandingan berlangsung selama kurang lebih dua pekan dengan penuh antusiasme masyarakat.
Ia mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung hingga turnamen berjalan aman, tertib, dan lancar. Menurutnya, para pemain muda juga menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi sepanjang kompetisi berlangsung.
“Anak-anak sudah menunjukkan permainan yang luar biasa dan menjunjung tinggi sportifitas,” ungkap Soulisa.
Dalam kesempatan itu, Soulisa juga mengutip pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang menyebut sepak bola sebagai simbol perjuangan bangsa.
“Sepak bola adalah cara kita berteriak kepada dunia tanpa perlu mengangkat senjata,” kutipnya.
Liga Kampung U17 Zona I Tahun 2026 memperebutkan Trofi Soekarno Cup dengan total bonus sebesar Rp24,5 juta. Selain hadiah utama, panitia juga memberikan penghargaan kepada pemain-pemain terbaik yang tampil gemilang sepanjang turnamen.
Predikat top skor diraih M. Irfan Lestaluhu dari Kabaressy FC setelah mengoleksi tujuh gol. Sementara gelar pemain terbaik atau The Best Player disabet Sergio Peres berkat penampilan impresifnya selama kompetisi berlangsung.
Turnamen ini diharapkan menjadi awal kebangkitan sepak bola usia muda di Maluku dan melahirkan generasi pemain yang kelak mampu bersinar di panggung nasional bahkan profesional. (ji1)


