-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Waisarissa, JejakInfo.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) Angkatan LIII Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027 mulai mengabdi di Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dengan membawa program yang berorientasi pada penguatan tata kelola desa dan kepedulian terhadap lingkungan.
Penempatan mahasiswa KKN yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) itu menyasar empat desa, yakni Waesamu, Nuruwe, Kamal, dan Waisarisa. Kedatangan para mahasiswa disambut langsung oleh pemerintah desa masing-masing.
Mengusung tema “Membangun Desa Melalui KKN Berdampak”, program ini diarahkan untuk menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat, sekaligus membantu desa mengenali potensi, memetakan persoalan, dan merumuskan kebutuhan pembangunan secara lebih tepat.
Pelaksanaan KKN Angkatan LIII Gelombang I tersebut berada di bawah koordinasi Ketua Pengelola KKN Unpatti, Prof. Dr. Ir. Jusuf Leiwakabessy, M.S.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Meigy Nelce Mailoa, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan mahasiswa di empat desa itu difokuskan pada program prioritas, program utama, dan program pendamping yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Dua program prioritas yang menjadi perhatian utama adalah Desa Data Week dan Desa Bebas Bakar.
Menurut Meigy, Desa Data Week menjadi langkah awal yang penting sebelum mahasiswa menjalankan berbagai program pengabdian lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengenali kondisi desa secara langsung, mendengarkan aspirasi warga, serta mengumpulkan dan menganalisis data sebagai dasar penyusunan program kerja.
Pendekatan tersebut mengikuti alur KKN Berdampak, yakni Data, Design, Action, Impact, dan Publication. Dengan pola ini, setiap kegiatan diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin mahasiswa, tetapi berangkat dari persoalan nyata yang ditemukan di tengah masyarakat.
Selama tujuh hari pelaksanaan Desa Data Week, mahasiswa menjalani serangkaian kegiatan mulai dari mengenali desa, mendengarkan masyarakat, mendiskusikan prioritas kebutuhan, menganalisis data, merancang program, menulis artikel, hingga mempresentasikan temuan.
Melalui proses tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membantu pemerintah desa memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi wilayah, potensi yang dapat dikembangkan, serta persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu fondasi penting bagi desa dalam menentukan arah pembangunan. Dengan memahami kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi lapangan, program yang dirancang diharapkan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan warga.
Selain penguatan data dan tata kelola desa, mahasiswa KKN Unpatti juga membawa program Desa Bebas Bakar sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta menghindari praktik pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran dan menimbulkan dampak bagi kehidupan warga.
Pelaksanaannya akan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Keterlibatan banyak pihak dinilai penting agar upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat tumbuh menjadi kesadaran dan kebiasaan bersama.
Melalui kedua program prioritas tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun kerja sama yang erat dengan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menentukan kebutuhan dan arah pembangunan desa.
KKN Berdampak pun diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung, serta ikut mencari solusi sesuai potensi lokal.
Dengan demikian, kehadiran mahasiswa di Waesamu, Nuruwe, Kamal, dan Waisarisa diharapkan tidak hanya meninggalkan kegiatan selama masa pengabdian, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan melalui penguatan kapasitas desa, peningkatan partisipasi masyarakat, dan tumbuhnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. (ji6)