-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Langgur, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tidak sekadar menjadi tuan rumah. Lebih dari itu, daerah ini tengah membuka pintu lebar-lebar bagi kabupaten dan kota lain di Provinsi Maluku untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi yang akan digelar oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Di balik undangan terbuka itu, roda persiapan sudah bergerak sejak awal Maret. Dinas Sosial Maluku Tenggara bersama jajaran terkait tak menunggu waktu berjalan sia-sia. Koordinasi lintas lembaga digelar, merajut kesiapan demi satu agenda besar yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengungkapkan bahwa komunikasi awal dimulai melalui rapat daring pada 6 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Direktorat Rehabilitasi Sosial Lansia bersama Sentra Meohai Kendari, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan Maluku Tenggara membahas detail pelaksanaan kegiatan. Fokus utama langsung mengerucut: operasi katarak dan rangkaian bakti sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Tak berhenti di situ, tiga hari berselang, koordinasi kembali diperdalam. Kali ini melibatkan lebih banyak pihak, termasuk tenaga medis ahli operasi katarak dari tingkat provinsi, direktur rumah sakit, hingga petugas lapangan. Semua duduk bersama memastikan satu hal: ketika hari pelaksanaan tiba, tidak ada celah yang terlewat.
Langkah konkret pun segera dijalankan. Sejak 10 Maret, proses skrining pasien katarak dilakukan serentak di seluruh puskesmas di Maluku Tenggara. Upaya ini menjadi pintu awal untuk menjaring warga yang membutuhkan tindakan operasi, sekaligus memastikan mereka benar-benar siap secara medis dan administratif.
“Hingga saat ini, sudah 210 orang yang terdata melalui skrining,” ujar Titus.
Angka itu diperkirakan masih bisa bertambah, seiring terbukanya peluang bagi daerah lain untuk mengirimkan peserta.
Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia. Rombongan dijadwalkan tiba di Langgur pada 15 April 2026 dan kembali keesokan harinya. Kehadiran pejabat pusat ini menjadi penanda bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan pelayanan sosial yang lebih luas.
Operasi katarak akan dipusatkan di RSUD Karel Sadsuitubun. Jika jumlah pasien melampaui 250 orang, pelaksanaan operasi akan diperpanjang hingga tiga hari. Sementara itu, kegiatan bakti sosial lainnya mulai dari khitanan massal hingga nikah massal akan digelar di sejumlah titik yang masih dalam tahap penentuan, dengan prinsip mudah dijangkau masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyiapkan skema khusus bagi warga dari wilayah kepulauan atau daerah terpencil. Mereka akan difasilitasi tempat penampungan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa terkendala jarak.
Tak kalah penting, dukungan dari tingkat provinsi turut menguatkan pelaksanaan kegiatan ini. Peralatan medis yang belum dimiliki daerah akan difasilitasi, memastikan seluruh layanan berjalan optimal.
Di tengah kesibukan persiapan itu, satu pesan ditegaskan: kegiatan ini bukan milik Maluku Tenggara semata. Pemerintah daerah secara resmi membuka kesempatan bagi kabupaten dan kota lain di Maluku untuk bergabung.
Bagi daerah yang berminat, pintu koordinasi telah disiapkan melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan masing-masing, dengan penghubung utama Sentra Meohai Kendari sebagai unit pelaksana teknis Kementerian Sosial.
Dengan segala kesiapan yang terus dimatangkan, Maluku Tenggara tak hanya bersiap menjadi tuan rumah. Daerah ini tengah menata diri menjadi pusat pelayanan sosial terpadu, tempat di mana harapan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, menemukan jalannya. (ji4)




