-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



AMBON, JejakInfo.id — Kursi Ketua DPD Partai Golkar Kota Ambon resmi berganti. Max Siahay dicopot dari jabatannya setelah dinilai gagal menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Ambon yang sempat berujung kisruh dan penundaan.
Keputusan itu diambil dalam rapat pleno pengurus harian DPD Partai Golkar Maluku yang digelar di Sekretariat DPD Golkar Maluku, Senin (1/6). Dalam rapat tersebut, pengurus partai menetapkan Ketua PDK Kosgoro Maluku, Elly Toisutta, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Kota Ambon.
Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, membenarkan pergantian tersebut. Menurutnya, keputusan pleno menetapkan Elly Toisutta untuk mengambil alih kepemimpinan Golkar Kota Ambon guna mempersiapkan langkah-langkah konsolidasi partai ke depan.
"Rapat pleno telah memutuskan pergantian Ketua DPD Golkar Kota Ambon dan menunjuk Ibu Elly Toisutta sebagai pelaksana tugas," kata Umar.
Tak hanya Ambon, DPD Golkar Maluku juga melakukan penunjukan pelaksana tugas di sejumlah daerah lainnya. Untuk DPD Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, mandat diberikan kepada Yunus Serang, sementara DPD Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya dipercayakan kepada Richard Rahakbauw.
Umar menjelaskan, tahapan konsolidasi dan pelaksanaan Musda selanjutnya akan ditentukan oleh bidang kepartaian DPD Golkar Maluku.
"Nanti bidang kepartaian yang menentukan," ujarnya singkat.
Pencopotan Max Siahay tak lepas dari polemik pelaksanaan Musda Golkar Kota Ambon yang sebelumnya sempat diskors tanpa batas waktu. Saat itu, agenda Musda yang telah disepakati untuk ditunda justru tetap dipaksakan untuk dilaksanakan.
Situasi tersebut memicu intervensi langsung dari Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Melalui pengurus DPD Golkar Maluku yang hadir di lokasi, Bahlil memerintahkan agar pelaksanaan Musda dihentikan.
Sementara itu, pelaksanaan Musda Golkar Kabupaten Maluku Tenggara juga belum dapat dilanjutkan setelah Ketua DPD setempat, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, meninggal dunia akibat insiden penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur.
Adapun untuk Kabupaten Maluku Barat Daya, pelaksanaan Musda masih menunggu penyelesaian sejumlah agenda dan tahapan internal partai sebelum digelar secara resmi.
Dengan penunjukan sejumlah pelaksana tugas tersebut, DPD Golkar Maluku kini bergerak melakukan penataan organisasi di tingkat kabupaten/kota guna memastikan agenda Musda dapat berjalan sesuai mekanisme partai. (ji1)


