-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Bursa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara mulai memanas. Nama Mossad Kennedy Refra (MKR), resmi masuk radar calon kuat dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pertengahan April mendatang.
MKR datang bukan sekadar membawa nama besar keluarga. Ia mengusung visi besar: “Golkar Malra yang Maju, Solid, Profesional, Modern, dan Melayani Rakyat Menuju Kemenangan Pemilu.” Sebuah tawaran perubahan yang langsung mengundang perhatian kader dan simpatisan.
Langkah MKR dipastikan akan menggoyang posisi ketua DPD Golkar Malra saat ini. Itupun jika incumbent masih menginginkan maju kembali. Seperti lazimnya dinamika Golkar belakangan ini, keputusan akhir tak lepas dari restu dan arah politik Ketua Umum, Bahlil Lahadalia.
Di era kepemimpinan Bahlil, Musda disebut-sebut tak lagi semata bertumpu pada musyawarah untuk mufakat dalam arti klasik. Konsolidasi dan komunikasi politik di tingkat pusat menjadi penentu arah. Di sinilah jejaring dan lobi politik memainkan peran krusial.
MKR sendiri bukan wajah baru di lingkaran organisasi Golkar. Di Maluku Tenggara, ia menjabat Ketua Ormas MKGR dan fungsionaris DPD Golkar Maluku. Di tingkat nasional, ia mengemban amanah sebagai Ketua DPP AMPI serta Wakil Ketua Umum DPP AMKEI. Rekam jejak ini menjadi modal politik yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Tiga agenda besar ditawarkan MKR. Pertama, modernisasi partai melalui digitalisasi sistem organisasi dan optimalisasi media sosial sebagai ruang komunikasi politik. Kedua, konsolidasi menyeluruh dari tingkat kabupaten hingga desa/kelurahan guna memperkuat soliditas kader. Ketiga, target ambisius merebut kemenangan Pemilu; meningkatkan kursi DPRD kabupaten dari dua menjadi lima, mempertahankan atau menambah kursi di DPRD Provinsi Maluku, mengamankan kursi DPR RI, serta berperan aktif memenangkan Pilkada Malra dan Pilkada Maluku.
Di luar aktivitas politik, MKR juga dikenal aktif sebagai pengacara yang berkantor di Jakarta. Perpaduan latar organisasi, jaringan nasional, dan pengalaman profesional inilah yang kini menjadi daya tawarnya.
Masuknya MKR dalam bursa Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara memberi warna baru dalam dinamika politik lokal. Musda mendatang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan pertaruhan arah dan strategi Golkar Malra menuju Pemilu 2029. (ji2)





