-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id – Semangat perubahan dan optimisme masa depan mewarnai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (15/6).
Di hadapan para pemuda yang hadir, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyampaikan pesan tegas sekaligus penuh harapan. Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya berdiri di pinggir lapangan menyaksikan pembangunan berjalan, tetapi harus tampil sebagai pemain utama yang menentukan arah kemajuan daerah.
“Banyak orang berbicara tentang pemuda sebagai harapan bangsa. Namun harapan tidak akan pernah menjadi kenyataan apabila pemuda hanya hadir sebagai penonton pembangunan. Pemuda harus hadir sebagai pelaku, penggerak, sekaligus pengawas pembangunan,” tegas Thaher.
Pernyataan tersebut lahir dari kesadaran akan berbagai tantangan yang masih dihadapi Maluku Tenggara sebagai wilayah kepulauan. Tingginya biaya logistik, keterbatasan fiskal daerah, minimnya lapangan pekerjaan, hingga meningkatnya kebutuhan pembangunan menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
Bagi Thaher, masa depan daerah tidak dapat dibangun hanya dengan kritik tanpa aksi. Daerah membutuhkan anak-anak muda yang berani menghadirkan gagasan, menawarkan solusi, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dalam situasi seperti ini, kita membutuhkan pemuda yang mampu menawarkan solusi, bukan sekadar melontarkan kritik tanpa kontribusi nyata,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang seluas-luasnya terhadap kritik yang jujur dan membangun. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat selama disertai tanggung jawab dan semangat mencari jalan keluar bersama.
“Pemerintah tidak boleh anti kritik. Kritik yang jujur dan konstruktif adalah bagian dari demokrasi. Namun masa depan daerah tidak dibangun hanya dengan menyalahkan pihak lain. Masa depan dibangun oleh orang-orang yang berani mengambil tanggung jawab dan bekerja bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Thaher juga mengingatkan agar KNPI tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan yang sibuk dengan urusan internal. Ia berharap KNPI mampu tampil sebagai rumah besar bagi lahirnya gagasan, inovasi, dan gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengajak para pemuda untuk melakukan refleksi sederhana namun mendalam tentang peran yang telah mereka berikan bagi daerah.
“Apa kontribusi saya bagi daerah ini? Bukan hanya apa yang daerah berikan kepada saya,” ucapnya.
Menurut Thaher, pemuda Maluku Tenggara memiliki modal besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan. Potensi tersebut terlihat dari semakin meningkatnya kualitas pendidikan, kreativitas, serta kapasitas intelektual generasi muda. Namun seluruh potensi itu, katanya, harus dibarengi dengan disiplin, kerja keras, dan semangat pengabdian.
Di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang, Thaher juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Ia meminta generasi muda tidak terjebak dalam politik identitas maupun kepentingan kelompok yang dapat memecah kebersamaan masyarakat.
“Pemuda harus menjadi perekat masyarakat, bukan sumber perpecahan. KNPI harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi, agama, suku, maupun pilihan politik,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Musda, Bupati berharap forum tersebut menjadi arena pertukaran gagasan yang sehat dan bermartabat. Ia mengingatkan bahwa Musda bukan tempat mempertontonkan kekuatan kelompok, melainkan ruang untuk melahirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa organisasi semakin maju.
“Musyawarah Daerah ini harus menjadi ruang adu gagasan, bukan adu kekuatan. Ruang untuk mencari pemimpin terbaik, bukan sekadar memenangkan kelompok tertentu,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi bukan simbol kehormatan, melainkan amanah untuk melayani.
“Jabatan dalam organisasi adalah amanah, bukan kehormatan. Jabatan bukan tempat untuk dilayani, melainkan tempat untuk melayani,” ujarnya.
Lebih jauh, Thaher memastikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara siap membangun kemitraan yang kuat dengan KNPI dalam mempercepat pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis dalam mencari solusi berbagai persoalan masyarakat.
Menutup sambutannya, Thaher mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, melestarikan adat dan budaya Kei, serta bersama-sama mewujudkan Maluku Tenggara yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan.
“Sejarah membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian generasi muda. Karena itu, saya mengajak seluruh pemuda Maluku Tenggara untuk tidak menjadi generasi yang hanya mewarisi masa depan, tetapi menjadi generasi yang menciptakan masa depan,” tuturnya.
Musda KNPI Maluku Tenggara pun menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Forum ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan generasi muda untuk mengambil peran yang lebih besar dalam pembangunan, sekaligus memperkuat persatuan demi masa depan Maluku Tenggara yang lebih baik. (ji4)




