-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Lapangan Upacara Rektorat Universitas Pattimura, Poka, Senin (31/2), menjadi saksi dimulainya sebuah perayaan yang sarat makna. Dari derap langkah mahasiswa yang membawa obor, hingga denting tifa yang menggema, Universitas Pattimura resmi mencanangkan rangkaian Dies Natalis ke-63 dengan penuh semangat dan simbolisme.
Puncak momen terjadi ketika Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd menerima obor dari Dekan Fakultas Pertanian, lalu menyalakan api utama sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Nyala api itu bukan sekadar seremonial. Ia menjadi simbol semangat baru untuk terus bergerak maju.
Mengusung tema “Potensi Unggul untuk Indonesia Emas 2026: Inovasi, Kolaborasi, Berkelanjutan, dan Berdampak,” perayaan tahun ini diarahkan bukan hanya untuk merayakan usia, tetapi juga menegaskan peran Universitas Pattimura dalam menjawab tantangan zaman.
Ketua panitia, Dr. Ir. P. J. Kunu, M.P., menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan tekad untuk melahirkan talenta unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menyinggung filosofi logo Dies Natalis ke-63 yang memadukan angka simbolik, nuansa maritim Maluku, dan sentuhan budaya Nusantara.
Selama dua minggu ke depan, kampus ini akan hidup dalam berbagai kegiatan. Dari lomba orasi ilmiah, konten kreatif, hingga inovasi mahasiswa. Semuanya dirancang untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi akademik Unpatti kepada publik. Expo, job fair, hingga seminar internasional juga menjadi bagian dari rangkaian yang akan mencapai puncaknya pada 24 April 2026.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa usia ke-63 bukan sekadar angka, melainkan penanda kedewasaan institusi. Ia melihat Universitas Pattimura kini berada pada posisi yang semakin sejajar dengan perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia.
“Perjalanan panjang ini adalah kekuatan kita untuk terus berinovasi dan berkolaborasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran universitas sebagai Badan Layanan Umum yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga kesejahteraan sivitas akademika dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Dalam konteks itu, Fakultas Pertanian disebut sebagai salah satu pilar penting, terutama dalam mendukung isu ketahanan pangan dan energi.
Lebih jauh, Rektor mengingatkan bahwa perubahan global baik geoekonomi maupun geopolitik harus dilihat sebagai peluang, bukan ancaman. Kampus, menurutnya, harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton.
Menariknya, perayaan Dies Natalis kali ini juga membuka ruang bagi siswa SMA dan SMK untuk ikut ambil bagian. Mereka yang berprestasi dalam berbagai lomba bahkan berkesempatan mendapatkan jalur khusus masuk Fakultas Pertanian sebuah strategi untuk menjaring talenta muda sejak dini.
Rangkaian pencanangan ditutup dengan tradisi khas bertajuk Lesa Angaka Janji. Dalam suasana kebersamaan, pimpinan universitas duduk bersama, mengikrarkan komitmen untuk membawa Unpatti semakin maju. Simbolnya sederhana namun sarat makna: minum anggur bersama sebagai tanda kesepakatan dan persatuan.
Dari nyala obor hingga janji yang diikrarkan, satu pesan terasa kuat: Dies Natalis ke-63 bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi tentang menyalakan arah masa depan. (ji6)





