-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JEJAKINFO.ID – "Maluku Darurat Ekonomi dan Pangan". Judul diatas saya kutip dari TikTok Bung Dr. Julius Latumarisa, M.Si yang kita kenal sebagai seorang akademisi dan seorang ahli ekonomi yang selalu membuat berbagai kajian ekonomi bahkan menulis buku dan saya juga sebagai sesama akademisi cukup mengapresiasi berbagai kajiannya.
Namun ketika menonton kajian dengan judul diatas membuat saya merenung dan jiwa akademis saya terganggu.
Kenapa? Pertama, kajian yang dilakukan kok basis kajiannya absurd. Kajian yang dilakukan justru tidak berbasis data.
Misalnya yang bersangkutan harus tahu bahwa sejak pelantikan 20 Februari 2025 selama 100 hari belum bisa berbuat apa-apa, arena masih banyak masalah akibat pemerintahan dahulu yang perlu dibenahi.
Pemerintahan sekarang menanggung hutang. Belum lagi masalah administrasi lainnya yang harus di benahi. Selain itu, kebijakan pemerintah pusat untuk efisiensi yang cukup mengganggu fiskal daerah.
Dengan demikian jika basis analisis Bung Julius dengan menggunakan data-data empiris, bukan data-data yang diperoleh dari media lokal yang keakuratannya patut dipertanyakan.
Satu hal yang pasti dan real masyarakat di Maluku sampai hari ini masih cukup makan, rumah kopi masih ramai dikunjungi, pusat pertokoan dan pasar tradisional masih ramai melakukan aktivitas transaksi masyarakat.
Artinya daya beli masyarakat tidak terganggu. Itu menunjukan bahwa masyarakat Maluku belum darurat EKONOMI apalagi PANGAN.
Hingga pertengahan 2025, Provinsi Maluku belum mengalami status darurat ekonomi atau pangan. Sebaliknya, ekonomi Maluku menunjukkan trend pertumbuhan yang positif, dan pemerintah daerah aktif melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan.
Pertumbuhan ekonomi yang stabil pada tahun 2024. Ekonomi Maluku tumbuh sebesar 5,34 persen dari tahun ke tahun. Lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,02 persen.
Untuk tahun 2025, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Maluku akan tetap positif dengan rentang 4,18 persen sampai 5,18 persen.
Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang stabil.
Inflasi pada Februari 2025 tercatat 1,33 persen dari tahun ke tahun. Diperkirakan tetap berada dalam target 2,5 persen ±1 persen sepanjang tahun 2025.
Sebagai sesama akademisi saya mengapresiasi kaijian itu. Namun alangkah baik melakukan kajian berbasis data primer yang akurat, yang reliable.
Kajian yang dilakukan ada benarnya jika menggunakan pendekatan KEBENARAN BARU yang dikemukakan oleh Prof. Dahlan Iskan.
Apa itu kebenaran baru? Menurut Dahlan Iskan, kebenaran baru itu bukan kebenaran, kebenaran baru itu bukan kebenaran data dan fakta, tapi persepsi.
Keberanan baru itu dibentuk dengan membuat framing terhadap sesuatu dan dilakukan terus menerus sehingga membentuk persepsi publik dan diterima sebagai sebuah kebenaran.
Saya tentunya sedang tidak membuat framing untuk menemukan kebenaran baru. Hanya mau menyarankan kepada Bung Julius agar melakukan kajian yang komprehensip, holistik agar terhindar dari menciptakan kebenaran baru.
Karena saya yakin Bung Julius sangat cinta Maluku dan tidak akan membiarkan Maluku dibangun dengan pendekatan KEBENARAN BARU. Seyakinnya Kebenaran baru itu hanya jalan menuju penyesatan.
Demikian Bung semoga kita jadi teman berpikir untuk Maluku melalui kajian-kajian yang disumbangkan kepada pemerintah.
Satu hal yang pasti sampai malam ini Maluku aman-aman saja. Belum ada fenomena darurat ekonomi, apalagi pangan.
Kalau bung di Ambon sama-sama ke termimal Transit Passo, tiap hari pangan lokal dari seram mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Kota Ambon. (*)





