Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei. (Ist)

Partai Golkar Berduka, Sekjen: Tetap Waspada dan Tak Terpancing

57

Ambon, JejakInfo.id — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Sarmuji meminta kadernya untuk tetap waspada dan tak terpancing atas insiden penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Langgur yang menewaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, Minggu (19/4).

Sekjen meminta aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa meninggalnya Nus Kei.

"Kepada kader tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," kata Sarmuji dilansir, Minggu (19/4), malam.

Ia menyebutkan, Golkar berduka, sedih, dan marah atas meninggalnya salah satu kader terbaik yang mendedikasikan diri bagi Partai Golkar.

Selain itu, ia menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Nus Kei dan keluarga besar DPD Partai Golkar Maluku, khususnya di Maluku Tenggara. 

Mendengar kabar dua pelaku penikaman telah ditangkap, Sarmuji pun memimpin aparat kepolisian untuk memroses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Motifnya lagi didalami aparat kepolisian. Siapa dan motifnya saya belum mendengar jelas," tandasnya.

Sebelumnya, dua jam pasca insiden aparat kepolisian bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku. 

Kedua pelaku yang ditahan berinisial HR (28), dan FU (36). HR dikabarkan atlet tarung (MMA) yang pernah mengharumkan nama Maluku di kanca nasional. 

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi selema penyelidikan, kedua pelaku dibawa ke Polda Maluku untuk menjalani serangkaian pemeriksaan guna mengungkap motif dibalik insiden penikaman.

Insiden penikaman, kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi terjadi sekira pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Saat itu korban baru tiba dengan pesawat dari Jakarta. 

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau.  Terduga Pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ungkap Umasugi.

Korban sempat dibawa keluarga ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT. Namun tim medis menyatakan korban meninggal dunia karena luka yang dialami.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. 

"Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tutup Umasugin eks Kapolres Maluku Tengah itu. (ji1)