Gedung Putih, Pasar Mardika Kota Ambon. (Ist)

Pasar Mardika Disorot: Gubernur Perintahkan Kadis Turun Langsung, Berkantor di Tengah Pedagang

31

Ambon, JejakInfo.id — Hiruk-pikuk Pasar Mardika tak lagi sekadar soal tawar-menawar. Belakangan, keresahan pedagang mencuat setelah maraknya kasus pencurian di Gedung Putih, salah satu titik paling ramai di kawasan pasar tersebut.

Situasi ini memantik reaksi cepat dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Tanpa menunggu polemik berlarut, ia langsung mengeluarkan instruksi tegas: lakukan evaluasi total, dan perintahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jais Elly turun langsung ke lapangan bukan sekadar meninjau, tetapi berkantor di pasar.

Langkah itu bukan tanpa alasan. Pemerintah Provinsi Maluku menilai, akar persoalan tak cukup diselesaikan dari balik meja. Pasar harus dilihat dari dekat denyut aktivitasnya, celah keamanannya, hingga persoalan klasik yang selama ini luput dari perhatian.

Juru Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang, menyebut arahan gubernur sebenarnya sudah disampaikan bahkan sebelum kasus ini ramai diperbincangkan. Fokusnya jelas: benahi dari dalam.

“Pembenahan harus dimulai dari internal, terutama sumber daya manusia pengelola pasar,” ujarnya.

Setelah Idul Fitri, Jais Elly dijadwalkan mulai berkantor di Pasar Mardika. Kehadiran pimpinan dinas di tengah aktivitas pasar diharapkan membuka mata terhadap persoalan yang selama ini hanya terdengar lewat laporan.

Di sana, ia akan berhadapan langsung dengan realitas: pedagang yang resah, titik-titik rawan pencurian, hingga persoalan sampah yang kerap dikeluhkan. Pemerintah berharap, dengan melihat langsung kondisi tersebut, solusi yang lahir bukan lagi asumsi, melainkan berbasis kenyataan di lapangan.

Tak hanya soal keamanan, perhatian juga tertuju pada pengelolaan kebersihan dan penguatan sistem pengawasan seperti CCTV. Semua itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman bagi para pedagang.

Di tengah langkah pembenahan ini, pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang yang telah dirugikan. Kerugian yang mereka alami diakui sebagai pukulan yang tak bisa dianggap sepele.

Kini, sorotan tertuju pada Pasar Mardika. Bukan lagi sekadar pusat perdagangan, tetapi juga arena pembuktian sejauh mana keseriusan pemerintah menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sana. (ji2)