-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Ambon kembali menahan napas. Sehari menjelang pelaksanaan wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji, suasana di kawasan STAIN, Desa Batu Merah, tampak berbeda dari biasanya.
Ratusan personel gabungan TNI dan Polri bersiaga, menyebar di berbagai titik strategis, memastikan momen akademik itu berlangsung aman dan bermartabat.
Tak kurang dari 300 personel dikerahkan. Mereka bukan sekadar berjaga di sekitar kampus, tetapi juga mengamankan titik-titik yang sebelumnya sempat memanas. Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Setya, menegaskan pengamanan dilakukan dengan kekuatan penuh.
“Kami turunkan sekitar 300 personel untuk mengamankan wisuda, termasuk di lokasi-lokasi yang berpotensi rawan,” ujarnya, Jumat malam (26/12).
Sejak siang hingga malam, aparat telah berada di lapangan. Hingga malam hari, tercatat 282 personel gabungan masih siaga, terutama di area yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan. Kehadiran mereka menjadi penanda keseriusan aparat dalam mencegah gangguan keamanan terulang.
Situasi memang sempat memanas. Pada Jumat siang, ketegangan kembali pecah di kawasan pertigaan Kampus UIN Abdul Muthalib Sangadji.
Dua kelompok pemuda terlibat saling lempar batu, bahkan membawa senjata tajam. Kericuhan itu merembet hingga ke pertigaan Air Besar (Arbes), tepat di depan sebuah minimarket, memicu kepanikan warga sekitar.
Namun aparat bergerak cepat. Penyekatan dilakukan, massa dipukul mundur, dan bentrokan berhasil diredam sebelum meluas. Menjelang malam, kondisi berangsur terkendali.
“Situasi saat ini sudah kondusif,” kata Kapolresta singkat, namun tegas.
Meski demikian, insiden tersebut menyisakan luka. Sebanyak 13 orang dilaporkan mengalami cedera, diduga akibat senjata tajam. Seluruh korban telah dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis.
Di tengah bayang-bayang insiden itu, aparat memastikan agenda wisuda tetap berjalan aman. Harapannya sederhana namun penting: agar hari bahagia para wisudawan dan keluarga tidak lagi ternodai oleh konflik, dan kampus kembali menjadi ruang ilmu, bukan arena benturan. (ji2)





