Pemerintah dan UGM Pastikan Mahasiswa KKN Aman Mengabdi 50 Hari di Maluku Tenggara

2

Langgur, JejakInfo.id – Kekhawatiran orang tua saat melepas anaknya mengabdi di wilayah kepulauan adalah hal yang wajar. Jarak yang jauh, kondisi geografis yang menantang, hingga cuaca yang kerap berubah menjadi pertimbangan besar. Namun, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan seluruh mahasiswa KKN-PPM Tahun 2026 akan menjalani masa pengabdian dengan aman selama 50 hari di Bumi Larvul Ngabal.

Jaminan tersebut disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa KKN-PPM UGM di Maluku Tenggara, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, ST., M.Sc., D.Sc., IPU usai pertemuan bersama Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, di Aula Kantor Bupati, Selasa (23/6).

Bagi Prof. Leni, keselamatan mahasiswa adalah hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar.

“Sebagai dosen dan sebagai seorang ibu, saya memahami betul kekhawatiran Bapak dan Ibu orang tua. Tetapi kami pastikan, adik-adik akan baik-baik saja di Maluku Tenggara. Keselamatan adalah prioritas utama,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Guru Besar Bidang Geodesi Fisis Fakultas Teknik UGM itu menjelaskan, pengalaman dari pelaksanaan KKN tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting bagi kampus dan pemerintah daerah.

Dari pengalaman itulah, UGM bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membangun sistem pengamanan yang lebih ketat melalui pendekatan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L).

Seluruh mahasiswa yang diberangkatkan telah dibekali berbagai pelatihan penting sebelum turun ke lapangan. Mulai dari pelatihan renang, keselamatan di laut, penggunaan alat pelindung diri, hingga pemahaman tentang karakter cuaca di wilayah kepulauan.

Menurut Prof. Leni, pembekalan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya siap menjalankan program pengabdian, tetapi juga mampu menjaga keselamatan diri di lapangan.

Pesan yang sama juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam.

Dalam arahan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, keselamatan mahasiswa menjadi pesan utama yang ditekankan kepada seluruh peserta KKN.

“Keselamatan adik-adik jauh lebih berharga dari program apa pun. Patuhi arahan kepala ohoi dan instansi terkait. Jangan pernah meremehkan tanda-tanda bahaya alam,” tegas Charlos.

Tak hanya mengandalkan sistem pengamanan formal, rasa aman mahasiswa juga diperkuat oleh dukungan masyarakat setempat.

Di sejumlah ohoi seperti Elaar Let, Elaar Lamagorang, dan Elaar Ngursoin, para kepala ohoi bersama masyarakat disebut aktif mendampingi sekaligus mengingatkan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada saat ini telah berada di Kota Langgur, Maluku Tenggara.

Kehangatan masyarakat Maluku Tenggara juga menjadi kekuatan tersendiri. Para mahasiswa tidak sekadar datang sebagai peserta KKN, tetapi diterima sebagai bagian dari keluarga.

Mereka tinggal bersama warga, belajar memahami kehidupan masyarakat, bekerja bersama, hingga menjalani keseharian dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Di tengah keberagaman yang hidup harmonis antara masyarakat Muslim, Protestan, dan Katolik, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang tidak hanya akademis, tetapi juga pengalaman sosial yang berharga.

“Mahasiswa kami tinggal langsung di tengah keluarga warga. Mereka belajar, bekerja, dan beribadah bersama. Dengan sistem K3L yang ketat, pendampingan 24 jam dari dosen pembimbing lapangan, serta dukungan masyarakat, kami yakin adik-adik akan pulang dengan selamat dan penuh berkah,” ucap Prof. Leni.

Semangat itu sejalan dengan slogan UGM dalam setiap pengabdian: "Kami berangkat bersama dengan selamat, dan InsyaAllah kami akan pulang bersama dengan selamat dan berkah."

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun mengajak seluruh orang tua dan wali mahasiswa untuk tetap tenang serta menaruh kepercayaan penuh kepada sistem pendampingan yang telah disiapkan.

KKN-PPM 2026 diharapkan menjadi ruang pengabdian yang bukan hanya membawa manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih matang, tangguh, dan peka terhadap realitas sosial.

Tahun ini, Maluku Tenggara kembali mendapat kehormatan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kei Kecil Timur dan Kecamatan Kei Kecil Barat.

Sebanyak 29 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Kei Kecil Timur yang tersebar di Ohoi Elaar Let, Elaar Lamagorang, dan Elaar Ngursoin dengan pendampingan Prof. Leni Sophia Heliani.

Sementara itu, 23 mahasiswa lainnya menjalankan pengabdian di Kecamatan Kei Kecil Barat dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si.

Selama 50 hari ke depan, mereka akan belajar dari masyarakat, bertumbuh bersama warga, dan menghadirkan pengabdian nyata bagi Maluku Tenggara. (ji4)