-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Ambon, JejakInfo.id — Angin segar kembali berembus dari Timur Indonesia. Setelah sekian lama dinanti, proyek strategis nasional Blok Abadi Masela kini menunjukkan tanda-tanda kuat akan segera digerakkan.
Pemerintah pusat pun tak lagi sekadar memberi sinyal, tetapi benar-benar “turun gunung” memastikan proyek ini berjalan.
Keseriusan itu terlihat dari kehadiran langsung perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui SKK Migas bersama INPEX Corporation Ltd. di Ambon, Selasa (31/3). Pertemuan penting yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku itu menjadi penanda bahwa percepatan pembangunan Blok Masela bukan lagi wacana.
Selama hampir dua jam, diskusi berlangsung intens namun konstruktif. Semua pihak yang hadir baik dari pemerintah pusat, daerah, hingga unsur keamanan menyuarakan komitmen yang sama: proyek ini harus segera direalisasikan. Bahkan, target ambisius pun telah dipasang: peletakan batu pertama (groundbreaking) diharapkan bisa dilakukan pada akhir April atau paling lambat awal Mei mendatang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, unsur TNI-Polri, tiga Tenaga Ahli Menteri ESDM antara lain:;Michael Wattimena, Umar Ali Lessy dan Dirk Loupatty hingga kepala daerah dari wilayah terdampak seperti Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Usai rapat, Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan menjadi penonton dalam proyek raksasa ini. Maluku, kata dia, siap menyambut dan mengawal penuh pembangunan Blok Masela.
“Kita menyatukan langkah. Semua dibahas secara konkret mulai dari persoalan lahan, keterlibatan kontraktor lokal, beasiswa, hingga peluang tenaga kerja bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar proyek energi, Blok Abadi Masela dipandang sebagai pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi kawasan timur Indonesia. Karena itu, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk dukungan masyarakat di wilayah terdampak seperti Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya.
Untuk mempercepat langkah, Pemerintah Provinsi Maluku telah membentuk tim terpadu yang akan segera turun ke lapangan. Tim ini akan melakukan berbagai persiapan, termasuk survei lokasi hingga memastikan kesiapan menjelang groundbreaking.
“Tim ini melibatkan semua unsur, dari Forkopimda hingga pemerintah daerah. Kami mohon dukungan dan doa masyarakat agar semua berjalan lancar,” kata Lewerissa.
Sementara dalam pertemuan Tenaga Ahli Menteri ESDM Michael Wattimena hanya menyampaikan pengantar lantas meminta untuk diputar visual rekaman Menteri Bahlil Lahadalia yang menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi proyek Blok Abadi Masela.
Dengan sinyal kuat dari pusat dan kesiapan daerah yang kian matang, proyek Blok Abadi Masela kini tak lagi sekadar harapan. Ia mulai bergerak menuju kenyataan membawa harapan besar bagi masa depan Maluku dan Indonesia Timur. (ji1)



