-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Saparua, JejakInfo.id — Malam Natal di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Senin (29/12), terasa berbeda. Di bawah langit Saparua, anak-anak negeri berkumpul, sebagian baru saja kembali dari rantau jauh.
Di tengah suasana penuh sukacita itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir dan menyampaikan pesan Natal yang menyentuh akar kehidupan orang Maluku: tentang pulang, tentang persaudaraan, dan tentang cinta kepada negeri.
Dalam sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk bersukacita karena Natal mempertemukan umat percaya di seluruh dunia dalam satu iman. Namun ia menegaskan, bagi masyarakat Haria, Natal bukan hanya perayaan liturgi, melainkan peristiwa batin yang mengajak setiap orang kembali ke asalnya.
Ia lalu mengisahkan kelahiran Yesus Kristus, ketika Yusuf dan Maria kembali ke Betlehem untuk didaftarkan. Dari kisah itu, Gubernur memaknai “keajaiban” Natal sebagai perjalanan pulang: pulang kampung, pulang ke negeri, pulang ke rumah, dan secara simbolik pulang ke rahim ibu yang melahirkan.
“Hari ini semua anak Negeri Haria ada di negerinya, di tanah tampa potong pusanya,” tuturnya.
Mereka yang bertahun-tahun merantau kini kembali ke rumah tua, ke meja makan, dan ke meja sembahyang. Karena itulah, Natal Haria Sedunia disebutnya sebagai perayaan yang kudus, perayaan yang mengingatkan manusia agar tidak melupakan asal-usul, orang tua, saudara, dan tanah yang membesarkannya.
Gubernur menegaskan, Natal Haria Sedunia juga menjadi ruang hidup bagi kearifan lokal dalam falsafah hidup orang basudara. Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria dipandang sebagai pranata adat yang menjaga nilai-nilai itu tetap menyala dari generasi ke generasi. Menyebut Haria atau Negeri Leawaka Amapati, katanya, selalu mengikat seluruh anak negeri dalam satu ikatan darah, kekeluargaan, dan persaudaraan lintas zaman.
Falsafah hidup orang basudara itu, lanjut Gubernur, merupakan cerminan kasih Kristus yang universal. Kasih yang sama kini perlu ditransformasikan menjadi energi positif untuk mendorong kemajuan negeri-negeri di Maluku. Karena itu, pemerintah daerah menjadikan ikatan persaudaraan sebagai kekuatan utama pembangunan, dengan mengajak seluruh masyarakat adat, termasuk diaspora Maluku di berbagai belahan dunia, untuk ikut berperan.
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, Gubernur menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, keluarga besar masyarakat Haria, serta semua pihak yang telah menyukseskan Natal Haria Sedunia. Ia menegaskan, perayaan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bukti nyata kuatnya persaudaraan Negeri Haria yang melintasi batas geografis, serta wujud cinta kepada negeri dan Maluku—par Maluku pung bae.
Dalam momentum yang sakral itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan hidup orang basudara. Maluku, katanya, adalah laboratorium perdamaian. Sukacita Natal tidak hanya milik umat Kristiani, tetapi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Maluku dalam semangat Pela dan Gandong. Toleransi, persatuan, dan keamanan daerah harus terus dijaga sebagai tanggung jawab bersama.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk Pusaka Haria, untuk menerima masukan, saran, bahkan kritik yang membangun demi kemajuan daerah.
Menutup sambutannya, Gubernur menitipkan harapan agar ikatan persaudaraan dan momen Natal seperti ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan membentuk karakter generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045. Perhatian terhadap pendidikan anak-anak Negeri Haria serta peningkatan kesejahteraan melalui ekonomi kerakyatan berbasis potensi pangan lokal dan komoditas endemik menjadi pesan penting yang ditekankannya.
“Selamat merayakan Natal Sedunia bagi seluruh masyarakat Negeri Haria Leawaka Amapati, dan selamat memasuki Tahun Baru 1 Januari 2026. Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Putra Natal, senantiasa memberkati kita dalam setiap tugas dan tanggung jawab,” pungkasnya.
Turut hadir dalam perayaan Natal ini, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, Anggota DPD RI Novita Anakotta, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Kakanwil Agama Provinsi Maluku, Ketua Umum PGI, Ketua MPH Sinode GPM, Pemerintah Kecamatan Saparua, Ketua Majelis Jemaat dan perangkat pelayan Jemaat GPM Haria, Pemerintah Negeri Haria, Ketua dan Pengurus Besar Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. (ji2)





