Sambutan Bupati Muhammad Thaher Hanubun pada acara Pelantikan Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Maluku Tenggara masa bhakti 2025-2030, Sabtu (9/8). (Ist)

Pesan Profetik Bupati MTH bagi Pengurus LP3KD Malra: Pesparani Ajang Menumbuhkan Nilai-Nilai Iman

137

LANGGUR, JejakInfo.id — Pesan profetik yang disampaikan Bupati Muhammad Thaher Hanubun saat Pelantikan Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Maluku Tenggara masa bhakti 2025-2030, Sabtu (9/8).

Dalam sambutannya, Bupati mengajak pengurus dan warga Katolik di Malra untuk menengok kembali perjalanan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dan memaknainya lebih dari sekadar perlombaan. 

Pesparani, kata Bupati, bukan sekadar ajang perlombaan, menampilkan yang terbaik, dan merebut juara, melainkan lebih dari itu Pesparani harus dijadikan sarana dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keimanan.

Ia pun menyebut, Pesparani dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam Islam menjadi media syiar, memiliki kesamaan makna iman di balik lantunan lagu-lagu rohani. 

"Mari kita menghayati dan mengamalkan sebagi panggilan Iman. Sebab setiap bait yang dinyanyikan itu diambil dari Alkitab," pesannya.

Dirinya mengungkapkan, Maluku Tenggara dan Kota Tual merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim, pernah mengalokasikan dana sekitar Rp.12 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pesparani. 

"Hal ini adalah bentuk syukur dan komitmen bersama dan puji Tuhan, waktu itu semangat kita luar biasa. Bahkan Ambon yang biasanya unggul, kali ini kita bisa memberikan hasil lebih baik," kata Bupati disambut apik audiens yang hadir.

Bupati mengingatkan, umat Katolik menengok kembali ke belakang di atahun 2022, sesudah Covid-19, ada prestasi luar biasa yang diraih Pesparani Maluku.

"Ini harus dijadikan motivasi untuk terua melaju dan menampilkan suara-suara merdu dalam memuji keagungan Tuhan," ingatnya.

Ia kembali menekankan pentingnya regenerasi, tidak hanya bagi pengurus, tetapi juga para penyanyi dan peserta agar prestasi terus ditingkatkan.

"Pemimpin harus turun langsung memberi motivasi, bukan sekadar menjadi penyelenggara, tapi juga menjadi bagian dari kemenangan," ingatnya lagi.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Malra ini lantas mengisahkan pengalamannya saat melihat langsung Pesparani Nasional di Nusa Tenggara Timur. Bahkan saat itu, ia turut memberi semangat kepada peserta. Alhasil, Maluku Tenggara berhasil meraih juara. 

Karena itu, ia mendorong pengurus baru untuk memiliki motivasi yang jelas dan menyiapkan kualitas, bukan sekadar kuantitas.

"Anak-anak Katolik harus sadar, setelah Katolik masuk ke Batavia (Jakarta), kota kedua setelahnya adalah Langgur. Itu harus selalu kita gaungkan," pungkas Bupati sembari mengingatkan sekiranya lagu yang diperlombakan nantinya dalam Pesparani biarlah mencirikan pesan kedamaian. (ji4)